Pentingnya Rumah Sederhana Aman Gempa Sebagai Upaya Mitigasi Bencana

Disasterchannel.co,- Pengetahuan tentang pentingnya bangunan aman gempa harus diketahui masyarakat, karena itu perlu terus dipopulerkan.
Selain itu, karena hampir semua wilayah di indonesia masuk kategori daerah yang rawan gempa yang kapan saja bisa terjadi

Bencana gempa bumi tidak secara langsung membunuh manusia. Rumah-rumah yang dibangun dengan tidak benar-lah yang ambruk saat terjadi gempa bumi-lah yang umumnya menyebabkan orang kehilangan nyawa. Sebagian besar korban jiwa dari gempa bumi besar atau kecil berasal dari bangunan atau bagian dari bangunan yang jatuh menimpa orang.

“Sudah saatnya masyarakat indonesia saat ini sadar akan pentingnya rumah aman gempa, serta mulai menerapkan dengan pendekatan sederhana tidak harus dengan biaya mahal tetapi sudah memenuhi prinsip penguatan untuk standar rumah aman gempa,” ujar Ridzki Rachman Mirza Sudarbo, salah satu Konsultan rumah gempa dari Yayasan Bangunan Cemerlang Indonesia atau Build Change Indonesia dalam sebuah acara di kota Sukabumi.

Menurutnya, kata Ridzki, saat ini lembaganya sangat konsen dalam upaya memperkenalkan dan mempromosikan upaya retrofitting atau memperkuat bangunan aman gempa di masyarakat khususnya di wilayah yang rawan gempa seperti di wilayah sukabumi jawa barat saat ini

Build Change sendiri, sambung Ridzki merupakan lembaga nirlaba yang peduli dan mempunyai fokus dalam mengurangi korban jiwa yang disebabkan oleh runtuhnya sebuah bangunan, dengan berbagai program dan salah satu programnya adalah pengenalan dan pelatihan teknik perkuatan bangunan untuk masyarakat

“Pada prinsipnya saat ini kita terus mendorong masyarakat untuk bisa mempraktekan retrofitting atau penguatan rumah dilingkungannya masing masing, walaupun mereka tidak mempunyai latar belakang konstruksi,”kata Ridzki

“Mengingat tidak semua masyarakat memiliki akses kepada insinyur untuk memperkuat konstruksi rumah mereka, maka diperlukan metode perkuatan bangunan yang lebih sederhana agar dapat dilakukan oleh banyak masyarakat umum,”sambungya

Dijelaskannya, pemilik rumah dan tukang bangunan setempat diidentifikasi sebagai pihak yang paling banyak mengambil peran dalam konstruksi rumah tinggal

Permasalahan saat ini bagi pemilik bangunan, pertimbangan ekonomi atau biaya pembangunan adalah hal yang utama, mereka ingin biaya tersebut semurah mungkin sehingga sering kali mengabaikan aspek ketahanan bangunan terhadap gempa

Disisi lain tukang bangunan lokal sebagai pelaksana juga tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menerapkan konsep rumah aman gempa sehingga tidak heran jika bangunan-bangunan yang dihasilkan tidak memiliki ketahanan terhadap gempa.

Ridzki mengatakan, dalam teknis prakteknya dimasyarakat, akan dikenalkan prinsip dalam memperkuat rumah aman gempa, dengan menerapkan konsep sederhana dengan prinsip 3K yakni konfigurasi, koneksi dan kualitas.

Konfigurasi yakni mendorong membangun rumah dengan bentuk sederhana misal persegi dibanding bangunan rumit L atau T karena lebih mudah dan aman. Koneksi artinya prinsip dari rumah aman semua elemen dari bangunan terikat satu sama lain mulai pondasi sampai atap. Terakhir kualitas baik itu kualitas pekerjaan dan kualitas material yang keduanya sama-sama saling melengkapi.

Dalam pekerjaan perkuatannya di lapangan, ada beberapa yang menjadi perhatian dalam penguatan kontruksinya diantarannya, kondisi dinding dan atap, tiang beton, lubang pintu/jendela, Ampik/sopi -sopi, plester dinding, rang balok, dinding pengkaku, atap, serta bagian teras rumah

Dikatakan ridzki, selain mempromosikan kepada masyarakat umum, target yang dijadikan sasaran lainya yaitu para tukang bangunan lokal. Harapannya, bagaimana para tukang lokal mempunyai pemahaman yang baik akan retrofitting dan dapat menerapkannya di dalam pekerjaan mereka.

Dalam pelaksanaannya saat ini pihaknya sudah bermitra dengan berbagai lembaga dengan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk memperkuat bangunan yang sudah ada dalam bentuk materi dan kunjungan praktek ke lapang

Disamping memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk membantu menciptakan bangunan aman gempa. Peran Build change dalam kaitannya dengan pembangunan rumah aman gempa telah dilakukan sejak 2004, tidak hanya di Indonesia namun juga mancanegara, seperti Filipina, Haiti, Nepal, Kolombia, dan Guatemala.

Kontributor : Atep Maulana