Lumbung Farm: Bisnis Tetap Eksis Dikala Pandemi

Disasterchannel.co,- Bayang-bayang kelam COVID-19 masih terus menghantui sebagian besar penghuni belahan dunia. Meskipun beberapa negara sudah mengalami kemajuan dalam penanganan kasus penyebaran COVID-19, namun imbas krisis ekonomi tak jua pergi.

Baru-baru ini muncul istilah new normal yang mendadak menjadi viral. Alih-alih untuk menyelamatkan diri dari keterpurukan ekonomi, maka pemerintah telah menyiapkan skenario normal baru (new normal) dengan mengembalikan aktivitas sosial ekonomi seperti sediakala dengan menambahkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan.

Sisi berbeda dikemukaan oleh seorang pengusaha muda bernama Okta Yudhi Kusuma sang pendiri Lumbung Farm. Melalui diskusinya dengan Yayasan Skala (30/05/2020) ia mengemukakan bahwa sebenarnya usaha yang ia miliki sudah menerapkan new normalsebelum pemerintah membuat skenario tersebut.

Pemuda yang kerap disapa Okta merupakan pengusaha muda lulusan Universitas Indonesai ini memiliki usaha di bidang percetakan dan usaha suplai pangan yang bernama Lumbung Farm. Ia mengaku bisnisnya mengalami kemunduruan semenjak COVID-19 melanda di Indonesia. Pemesanan kebutuhan pengemasan produk yang dicetak mengalami penurunan yang drastis, hal yang sama terjadi pula pada pesanan pasokan sayuran untuk kebutuhan rumah makan.

Meskipun kesulitan terus melilitnya, Okta tetap bersikeras untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seluruh karyawannya. Pemuda ini mulai putar otak untuk menjalankan keputusan berat yang harus dipilih. Akhirnya, tercetuslah ide untuk menjembatani perputaran sembako dari kampung halamannya yang ada di Lampung ke target pasar yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Setelah usaha mempertahankan karyawannya berhasil, niat baiknya tak berhenti sampai disana. Ia kembai berpikir untuk memudahkan pelanggannya dengan membuat paket sembako murah yang biasanya dipesan oleh pihak donator dan menyediakan layanan geratis ongkos kirim. Usaha yang semula memasok sayuran, perlahan beralih menjual beras dan terus berkembang menyediakan berbagaimacam jenis sembako seperti minyak, gula, teh, ikan kalengan, susu dan mie instan. Karena usanya yang terus berkembang, ia berencana akan mengembangkan bisnisnya untuk memasok berbagai produk makanan beku khas daerah.

Saat ini jumlah karyawan yang bekerja kepadanya sebanyak 60 orang. Sementara terdapat 50 reseller yang membantu pendistribusian barang yang tersedia di Lumbung Farm. Tak mau menyusahkan berbagai pihak, reseller-nya pun tidak perlu menaikkan harga jual barang, mereka mendapatkan uang dengan komisi yang diberikan oleh Lumbung Farm. Semua bisnis yang ia jalani dibuat dengan sederhana sehingga tidak menyulitkan siapapun.

Tantangan dan Peluang

Dibalik kesuksesannya, terdapat berbagaimacam masalah yang dihadapi. Seperti kesulitan mencari bahan baku karena stok terbatas, harga sembako melambung tingi dan belum lagi ada kecurigaan perilaku penimbunan. Sehingga Okta harus menelusuri sendiri apa penyebab masalah ini dan mencari solusi penyelesaiaan hingga menanyakan pasokan sembako di kampung halamannya. Belum lagi protokol kesehatan yang harus diterapkan bagi para pekerjanya dirasa tidak sesuai untuk pekerjaan di lapangan. Namun segala masalah telah teratasi berkat kemampuan bisnis dan tekad yang kuat.

Kepada sobat DC, ia menyampaikan kiat khusus agar usahanya bisa tetap berjalan baik walau ditengah pandemi. Okta berkata “ Bagi saya yang pertama soal ide dan inovasi, keduaa soal tekad dan ketiga soal relasi. Dengan kegiigihan dan kombinasi tiga hal tersebut, pengusaha milenial pasti bisa”. Bagi Okta, bisnis tanpa dukungan karyawan pun tak mungkin berjalan maju, dia meneruskan perkataanya “Jaga baik-baik tim yang Anda miliki, kembangkan potensi karyawan. Bagi saya karyawan itu adalah garda terdepan penggerak bisnis saya. Karyawan adalah aset bagi support system perusahaan saya “(LS)