BPBD Kota Sukabumi : Siaga Potensi Bencana Gempa disaat Pandemi Corona

Disasterchannel.co,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengingatkan pentingnya upaya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Bencana gempa bumi yang bisa saja terjadi kapan saja, terlebih disaat kondisi saat pandemi covid 19 saat ini

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain barhami, saat menjadi narasumber dalam acara talkshow virtual, bertema Puasa Sadar Bencana, Siaga Hadapi Potensi gempa disaat pandemi corona, yang diadakan oleh PMI kota Sukabumi secara langsung melalui saluran media sosial instagram

Menurut zulkarnain, Wilayah Kota Sukabumi merupakan wilayah rawan bencana gempa bumi, seperti hari kemarin dalam semalam wilayah kota sukabumi diguncang gempa sebanyak empat kali, walaupun empat kali guncangan gempa itu relatif tidak begitu dirasakan masyarakat Kota Sukabumi

“Sejak tadi malam tidak terasa Wilayah Kota Sukabumi Diguncang 4 kali Gempa Susulan di tengah masa Covid-19, data gempa itu didapatnya dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” jelas Zulkarnain

Tercatat, Gempa pertama kali terjadi pada Jumat malam (15/5/2020) sekitar pukul 20:20 WIB dengan kekuatan 2,4 magnitudo. Gempa kedua, terjadi pada (16/5/2020) pukul 00:16 WIB dengan kekuatan 3,2 magnitudo, ketiga terjadi pada (16/5/2020) pukul 00:20 WIB dengan kekuatan 2,6 magnitudo. Sedangkan yang terakhir, pada Sabtu (16/5/2020) pada pukul 02:27 WIB dengan kekuatan 2,8 magnitudo.

Kendati guncangan gempa bumi selama empat kali itu tidak begitu dirasakan, namun BPBD Kota Sukabumi telah menyiapkan berbagia langkah upaya kesiapsiagaan. Salahsatunya mengacu kepada panduan langkah evakuasi darurat dalam situasi Covid-19 yang sudah diterbitkan oleh BMKG

Diantaranya, Mempetakan lokasi rumah sakit darurat dan lokasi nya yang menangani Covid 19 harus berada di daerah aman dan tahan gempa.

Selain itu, memastikan kapasitas Tempat evakuasi Sementara dan Tempat Evakuasi akhir dilakukan desinfeksi secara rutin dan lokasi aman ketersediaan sarana seperti air bersih , alat cuci tangan sabun dan atau hand sabitizer.

Memastikan sarana dan prasarana dan protokol pekerja sosial yang akan memberikan dukungan evakuasi terproteksi. Caranya memaksimalkan perlengkapan APD yang standar kepada sejumlah petugas dan relawan

Memastikan Rencana Evakuasi dan Protokol Kesehatan bagi masyarakat secara umum dan diharapkan tetap jaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, dan menjaga kebersihan diri dan sekitarnya pada saat evakuasi.

Memastikan Evakuasi yang akan dilakukan berdasarkan golongan dan mengggunkan sistem labeling yang terdampak misalkan yg pasien PDP, ODP dan OTG

Selain itu pentingnya upaya sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media saluran informasi, seperti yang dilakukan saat ini oleh jajaran PMI kota Sukabumi

kegiatan edukasi kesiapsiagaan gempa bumi saat pandemi ini digagas oleh PMI kota Sukabumi dalam rangka memberikan penyadaran kepada masyarakat khususnya di sukabumi agar selalu meningkatkan upaya kesiapsiagaan akan potensi bencana gempa bumi yang bisa saja terjadi saat pandemi

Ketua PMI kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo menambahkan, pihaknya sengaja mengadakan kegiatan kali ini agak sedikit berbeda dengan biasanya yaitu dikemas melalui kegiatan talkshow virtual melalui obrolan tematis dan menarik melalui saluran media sosial instagram

kegiatan ini dilakukan sebagai salahsatu cara alternatif dalam kondisi saat ini meyusul diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota Sukabumi, dimana kebanyakan masyarakat saat ini berada dirumahnya masing masing, dan tidak bisa diundang berkumpul dalam satu kegiatan tertentu

“Dalam kegiatan Kampanye edukasi virtual ini setiap minggu nya akan membahas beragam tema menarik dan mengundang berbagai narasumber yang berkompeten dibidangnya masing masing,” kata suranto

Dalam acara ini didukungan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (Amcross) dan USAID melalui program kesiapsiagaan gempabumi yang saat ini sedang digarap di wilayah kota Sukabumi.

Kontributor : Atep Maulana