Tips Penting untuk Hindari Penyebaran Covid-19 pada Makanan

Dsasterchannel.co. Jkarta – Covid-19 telah menginfeksi banyak orang di Indonesia. Akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga tanggal 10 April 2020, ada 3.512 kasus dengan 282 sembuh dan 306 meninggal. Meskipun penularan Covid-19 melalui makanan cukup rendah dan belum diketahui secara pasti. Namun bukan tidak mungkin hal ini bisa terjadi, terlebih kontaminasi makanan dapat terjadi ketika kita membeli makanan di pusat perbelanjaan atau dimanapun. Untuk itu kita perlu melakukan tindakan-tindakan pencegahan penyebaran virus Corona dengan cara meng-inaktivasi virus pada makanan sebelum di konsumsi.

Walaupun para ahli mengatakan saat ini tidak ada bukti penyakit COVID-19 dapat ditularkan melalui makanan, kontaminasi makanan dapat terjadi melalui sentuhan tangan, bersin dan batuk dari para pekerja yang memproduksi, preparasi dan pengemasan makanan. WHO mengemukakan bahwa konsumsi makanan mentah dan tidak bersih dapat menyebabkan wabah penyakit.

Dilansir dari laman livescience.com, terdapat beberapa faktor yang dapat membuat penularan Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) melalui makanan lebih kecil. Pertama, langkah-langkah keamanan pangan yang sudah ada untuk mencegah penyakit bawaan makanan, seperti sering mencuci tangan, membersihkan permukaan dan peralatan, dan memasak makanan pada suhu yang tepat juga akan mengurangi penularan partikel virus melalui makanan. Faktor lain yaitu, virus Corona tidak seperti bakteri, virus tidak dapat tumbuh di dalam makanan, sehingga jumlah virus dalam makanan akan diperkirakan berkurang dengan waktu, daripada tumbuh.

Dilansir dari Journal of Food Safety and Hygine yang ditulis oleh Shariatifar dan Molaee menyatakan bahwa terdapat beberapa cara melakukan inaktivasi virus yang ada makanan, diantaranya adalah:

  1. Melakukan pemanasan pada suhu tinggi (70 C) dapat meng-inaktivasi virus. Virus Corona dapat aktif dan stabil pada suhu kurang dari 20 derajat selama dua tahun. Menyimpan makanan di dalam kulkas pada suhu 4-8 derajat Celcius tidak disarankan untuk virus Corona.
  2. Virus yang bertahan pada makanan dapat di-inaktivasi dengan menggunakan radiasi pada kisaran 2,7-3.0 kilo Gray (kGy), hal ini bisa dilakukan pada buah dan sayur.
  3. Sinar Ultraviolet pada panjang gelombang 245-285 nanometer (nm) dapat melindungi makanan seperti jus, susu, telur, permukaan buah dan sayur dari kontaminasi virus Corona.
  4. Melakukan proses pengolahan makanan dengan tekanan tinggi (300-400 Megapascal (MPa)) pada suhu 22 derajat Celcius selama setidaknya lima menit dapat meng-inaktivasi virus pada makanan seperti jus, udang, ikan dan makanan siap saji olahan daging.
  5. Menggukanan klorin dengan konsentrasi 0,5 mg/L atau klorin dioksida dengan konsentrasi 2,19 mg/L dalam air dapat meng-inaktivasi virus bila dilakukan minimal satu menit pada pencucian makanan seperti buah dan sayur.

Penting bagi kita untuk selalu melakukan pemanasan pada olahan makanan seperti roti dan lainnya. Mencuci buah dan sayur dengan disinfektan dan air, menghindari makan makanan mentah seperti daging, telur dan susu. Sebaiknya semua makanan diolah hingga matang, paling tidak dilakukan pemanasan diatas 70 derajat Celcius. (LS)