Hari Kesehatan Dunia, Apresiasi Untuk Tenaga Kesehatan

Disasterchannel.co. Jakarta – Tepat tanggal 7 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesetanan Dunia. Peringatan ini menandai berdirinya berdirinya organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) pada 7 April 1948. Organisasi ini merupakan badan khusus yang menangani kesehatan masyarakat dunia yang dimiliki  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada tahun ini, Hari Kesehatan Sedunia mengusung tema “Support Nurses and Midwives”, untuk mengapresiasi perawat dan bidan yang telah melakukan tugasnya menangkal Covid-19 di garda depan. Dilansir dari laman WHO, pada 7 April 2020 adalah hari untuk merayakan pekerjaan perawat dan bidan serta mengingatkan para pemimpin dunia mengenai peran penting dalam menjaga kesehatan dunia.

Perawat dan petugas kesehatan lainnya berada di garis depan dalam tanggapan COVID-19 – menyediakan perawatan dan perawatan yang berkualitas tinggi dan penuh hormat, memimpin dialog masyarakat untuk mengatasi ketakutan dan pertanyaan, serta dalam beberapa kasus dilakukan pengumpulkan data untuk studi klinis. Sederhananya, tanpa perawat, tidak akan ada respons. WHO menyerukan dukungan Hari Kesehatan Dunia untuk memastikan bahwa tenaga kerja keperawatan dan kebidanan cukup kuat untuk memastikan bahwa setiap orang, di mana pun mendapatkan perawatan kesehatan yang mereka butuhkan

Menyebarnya Covid-19 mengharuskan tenaga medis untuk bekerja ekstra menangani kasus ini di seliruh belahan Indonesia. Bekerja dengan APD yang kurang, fasilitas yang terbatas dan tenaga medis yang minim menjadikan pekerjaan dijalani dengan tidak mudah. Dilansir dari akun Instagram resmi PB IDI, sebanyak 19 dokter meninggal dunia selama pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020. Sementara akun instagram Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyatakan enam perawat meninggal dunia saat bertugas menangani pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) dalam kurun waktu satu bulan.

Virus Corona atau yang disebut sebagai Severe Acute Respiratory Syndrome Corona  virus 2 (SARS-CoV-2) telah menyebar di Indonesia sejak 2 Maret lalu. Berdasarkan update informasi terbaru dari Kemenkes RI, tercatat akumulasi jumlah kasus terkonfirmasi positif #COVID19 hingga tanggal 6 April 2020 pukul 12.00 WIB ada 2.491 kasus dengan 192 sembuh dan 209 meninggal. Terjadi penambahan kasus positif #COVID19 sebanyak 218 orang. Kasus sembuh bertambah 28 orang dan kasus meninggal bertambah 11 orang. (LS)