Abdullah – Memahami Bujur Dan Lintang

Disasterchannel.co. Jakarta. Garis khatulistiwa atau garis equator adalah garis yg mengelilingi bumi dan sekaligus sebagai garis pembatas antara lintang utara (LU = N/North) dgn lintang selatan (LS = S/South).

Di garis khatulistiwa, LU berimpit dgn LS, atau LU = LS = 0.

===

Garis khatulistiwa adalah garis imajiner yg dinyatakan dalam bujur (longitudo). Bujur dibagi atas 2 bagian yakni Bujur Timur (BT) dan Bujur Barat (BB).

Panjang lengkungan maksimal BT = 180o (½ keliling bumi). Juga, panjang lengkungan maksimal BB = 180o (½ keliling bumi). Shg, BT + BB = 360o, atau sama dgn keliling bumi (bentuknya spt lingkaran) yg melalui garis khatulistiwa.

Titik 0 BB berimpit dgn titik 180o BT, terletak di wilayah …

Titik 0 BT berimpit dgn titik 180o BB, terletak di wilayah ….

===

Garis lintang (latitude) merupakan garis-garis imajiner yang menghubungkan garis khatulistiwa dgn kutub geografis bumi (kutub utara dan kutub selatan). LU merupakan garis yg menghubungkan khatulistiwa dgn kutub utara. LS merupakan garis yg menghubungkan khatulistiwa dgn kutub selatan.

Panjang lengkungan maksimal LU = 90o (1/4 keliling bumi) dan pada belahan bumi di sebelahnya, juga maksimal LU = 90o (1/4 keliling bumi).

Panjang lengkungan maksimal LS = 90o (1/4 keliling bumi) dan pada belahan bumi di sebelahnya, juga maksimal LS = 90o (1/4 keliling bumi).

Jadi, jumlahnya = 2 LU + 2 LS = 360o, atau sama dgn keliling bumi (bentuknya spt lingkaran) yg melalui kutub utara dan kutub selatan.

===

Koordinat sebuah titik di permukaan bumi dinyatakan dalam (Longitude,Latitude) atau (Bujur,Lintang)

===

Secara rata-rata, keliling bumi = 40.000 km. {Jarak Sabang – Merauke sekitar 5.000 km. Jadi, keliling bumi = 4 x (Sabang-Merauke, PP)}.

Dalam ilmu-ilmu kebumian: 1o (1 derajat) = 60’ (60 menit) dan 1’ = 60” (60 detik).

===

Keliling bumi = 360o = 40.000 km. Jadi,

1o = 40.000 km/360 = 111 km

1’ = 111 km/60 = 1,85 km

1” = 1,85 km/60 = 0,03086 km = 31 m.

 

Dengan demikian, misalnya:  02o 10’ 20” = (2 x 111 km) + (10 x 1,85 km) + (20 x 0,031 km)

= 222 km + 18,5 km + 0,62 km

= 241,12 km

Misal yg lain:   1,38o = 1,38 x 111 km = 153,18 km.

Sehingga, jika disebut bhw pusat gempa berada pada koordinat (… BT dan 1,38o LS), itu berarti pusat gempa berada di wilayah lintang selatan yg jaraknya 153,18 km dari garis khatulistiwa.

===

Di Sulawesi Tengah, ada 2 desa yg dilalui oleh garis khatulistiwa, yakni Desa Siweli Kec. Balaesang Kab. Donggala (ditandai dgn patok beton) dan Desa Khatulistiwa Kec. Sinei Kab. Parigi Moutong (ditandai dgn tugu wilayah Sulawesi Tengah). Nilai lintang di patok dan tugu tsb = 0 LU = 0 LS.

===

Alat portabel utk menentukan koordinat sebuah titik di permukaan bumi disebut GPS (Global Postioning System).

Sebagai contoh, ada GPS yg menampilkan titik koordinat dalam bentuk:

(120o 30’ 00” BT, 01o 30 00” LS) atau

(01o 30 00 LS, 120o 30’ 00” BT).

Ada juga yg dalam bentuk:

(120,30o BT, 01,5o LS) atau ( 01,5o LS, 120,30o BT),

 

dimana:

(120o 30’ 00” BT) = (120,5o BT) dan

(01o 30 00 LS) = (01,5o LS),

karena 1o = 60’ atau 0,5o = 30’.

===

Di lapangan, ada 2 faktor penting yg menentukan akurasi penentuan titik koordinat, yakni cuaca dan operator GPS.

Biasanya angka di GPS yg menunjukkan derajat sifatnya statis atau tdk berubah, tetapi angka yg menunjukkan menit dan detik sering berubah.

Jika berubah 1” dari yg semestinya, itu berarti terjadi kesalahan “posisi” titik koordinat sebesar 31 m. Jika berubah 1’ dari yg semestinya, itu berarti terjadi kesalahan “posisi” titik koordinat sebesar 1,85 km. Dan, bisa saja perubahan tsb 2” atau 2’ … dst. …

Karenanya, operator GPS haruslah org yg sudah berpengalaman…!

 (A b d u l l a h – Fisika FMIPA UNTAD)