Bencana Di Mata Pemuda Harkat Jaya

Disasterchannel.co. Harkatjaya Bogor – Bila kita mendengar kata “bencana” maka yang terlintas adalah sesuatu yang buruk, menyakitkan dan menyedihkan. Begitulah, semua hal buruk mengenai bencana sudah dialami oleh warga Desa Harkat Jaya, tak terkecuali kalangan pemudanya. Tepat 1 Januari 2020 Desa Harkat Jaya tertimpa bencana longsor dan banjir bandang. Bencana ini dipicu oleh hujan yang tak henti-henti selama beberapa hari ditambah dengan kondisi pohon-pohon di kawasan bukit sudah tidak rapat lagi,  dan pasir yang ada di sungai diambil secara tak terkendali. Sedikitnya 7 warga meninggal dunia akibat timbunan longsor, 19 rumah rusak berat, 1.308 warga mengungsi. Belum usai duka itu, Desa Harkat Jaya kembali ditimpa bencana longsor pada 21 Maret lalu. Bencana ini dipicu hujan berkepanjangan selama dua hari.

Melihat kejadian ini, pemuda desa tidak patah arang menjalani kegiatannya. Bukan terpuruk yang didapat, tapi semangat yang muncul untuk bangkit dari bencana yang menimpa desa. Minggu pagi (23/3) menjadi titik balik gerakan pemuda untuk mewujudkan rencana aksi yang dibuat dalam diskusi menjadi aksi nyata dengan membersihkan lingkungan dan membersihkan sisa longsor.

Melihat bencana yang tidak terduga tepat di depan mata, membuat pemuda bergerak merespon bencana. Hal ini disampaikan Ketua Karang Taruna Muhammad Nurdin mengenai peran pemuda dalam penanggulangan bencana longsor yang menimpa desanya pada tim Disaster Chanel usai acara “Bincang Bencana di Desa Harkat Jaya” (15/3/2020)

”Peran pemuda dalam penanggulangan bencana dimulai saat tanggap darurat. Kami para pemuda desa Harkat Jaya membantu pencarian korban, membatu pendistribusian logistik dan pendataan korban di saat tanggap darurat. Sampai saat ini kami masih berperan dalam tahap rehab rekon dengan membatu proses pembangunan hunian sementara,” jelas pria yang kerap disapa Nurdin. Dikatakannya lebih lanjut, mereka juga berupaya untuk ikut terlibat dalam perencanaan pembangunan hunian tetap dan rencana rehab rekon lainnya. Walau baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai ketua karang taruna, Nurdin dan seluruh warga desa Harkat Jaya sudah diuji dengan kedatangan bencana. Hal ini tidak mematahkan semangatnya untuk menyamakan suara dan gerakan para pemuda di lingkungannya dengan mewujudkan cita cita agar desa ini menjadi lebih maju

Melalui wadah Karang Taruna Desa Harkat Jaya, Nurdin bersinergi dengan pemuda dan selalu berkoordinasi dengan aparat desa. Melalui acara ‘Bincang Bencana di Desa Harkat Jaya”(14/3/2020) Nurdin sangat antusias mengumpulkan pemuda dan ikut serta dalam kegiatan ini. Hal ini dikarenakan ia sadar bahwa para pemuda di desanya kurang memiliki kapasitas pengetahuan dan wawasan mengenai bencana.

Beberapa usulan terbentuk dalam diskusi yang dilakukan kalangan pemuda desa, diantaranya adalah: penghijauan dengan tamanan produktif, pembuatan tanggul atau bendungan di Sungai Cidurian, rekomendasi peraturan desa untuk pelestarian lingkungan dan peningkatan kapasitas pemuda dalam penanggulangan bencana. “Peningkatan kapasitas itu penting, karena percuma jika ada banyak fasilitas tapi sumberdaya manusianya tidak bisa apa apa,” katanya di sela-sela diskusi. Pada hari berikutnya, diadakan pelatihan sosial media untuk peningkatan kapasitas dengan memanfaatkan media sebagai sarana mitigasi bencana. Semua pemuda antusias sekali menyimak setiap materi dan praktik yang dijalani.

Meskipun Desa Harkat Jaya memiliki risiko bencana yang tinggi, tapi tidak banyak yang mengetahuinya. Melalui pemuda dan pemanfaatan teknologi, penyebaran informasi mengenai bencana menjadi hal yang amat sangat berguna sebagai tindakan mitigasi bencana.

“Semoga kedepannya Desa Harkat Jaya menjadi desa yang terunggul dan tangguh bencana,” katanya. Lebih lanjut dijelaskan Nurdin, anak muda harus berpandangan holistik terhadap bencana, tidak hanya tahu bencana saat tanggap darurat saja. Pandangan positif dalam memandang bencana harus kita lakukan baik dari fase pra bencana, saat bencana dan pasca bencana terjadi. Hal hal kecil sederhana yang asik dapat dilakukan untuk mengenali risiko yang ada di sekitar kita sehingga banyak hal positif yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana. Pemuda mampu mengubah risiko menjadi ketangguhan, untuk mewujudkan desa atau daerah yang unggul seperti halnya pemuda di Desa Harkat Jaya. (LS)