Angin Kencang di Batu, Malang

Batu – Angin kencang terjadi di wilayah Batu Malang pada Minggu malam (20/10/2019). Angin berkecepatan hingga 45 km/jam di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dilaporkan 1 tewas, sekitar 1.270 warga mengungsi di 5 titik pengungsian. Sementara rumah rusak terjadi pada bangunan berbahan baku kayu dan semi permanen.

BMKG stasiun Klimatologi Klas 2 Malang menyebut bahwa salah satu penyebab dari angin kencang tersebut adalah karena kebakaran yang terjadi di Gunung Arjuno. Hal itu menyebabkan perubahan suhu sehingga memicu kecepatan angin. Selain itu perubahan suhu juga diakibatkan karena masuknya musim pancaroba.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan bahwa angin cepat merupakan tanda-tanda pancaroba.

“Ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba umumnya bergerak dengan kecepatan 45  km/jam atau lebih dengan sifat hempasan bergerak secara horizontal dengan durasi panjang dan bisa menimbulkan dampak kerusakan,” jelas Agus mengutip pada Republika.co.id pada hari Senin (21/10/2019).

Angin kencang sudah terjadi sejak Sabtu malam dan semakin parah pada hari Minggu. Angin yang membawa debu membuat warga tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Warga memilih mengungsi. Salah satu pengungsian adalah di kantor Desa Punten yang berjarak 100 m dari posko PB BPBD Kota Batu.