Tim Ekspedisi Destana Edukasi Tas Siaga Bencana di Tambakrejo

MALANG, DISASTERCHANNEL.CO- Sejumlah acara yang sifatnya mengedukasi seputar kebencanaan digelar oleh rombongan tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 di Kabupaten Malang dengan selamat, Selasa (16/7).

Seperti tradisi di kabupaten-kabupaten sebelumnya, pendaratan di Malang diawali dengan prosesi serah terima bendera Pataka Destana Tsunami 2019 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kedua wilayah tersebut yang diserah-terimakan oleh BNPB.

Mengawali kegiatan di Malang, rombongan melakukan koordinasi dan pemeriksaan pasukan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, yang sekaligus menjadi titik kumpul sekertariat Destana Tsunami 2019 BNPB di Malang.

Dari hasil koordinasi, tim dibagi menjadi delapan bagian yang masing-masing akan melaksanakan misi kemanusiaan di 19 desa.

Bertempat di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambakrejo berbatasan langsung dengan selat kecil yang memisahkan daratan Pulau Jawa dengan Pulau Sempu. Di sebuah ruang aula, para nelayan dan warga sekitar berkumpul bersama.

Dalam forum pertemuan itu, mereka diberikan pemahaman tentang ancaman bencana yang bisa terjadi di wilayahnya, yakni gempabumi dan tsunam. Edukasi ini bertujuan merangsang kemampuan warga dalam membaca situasi dan kondisi jika terjadi bencana.

Selain itu, warga juga diajak untuk mempersiapkan tas siaga bencana (TSB).

Bicara tentang dua jenis bencana tadi, nelayan dan warga Tambakrejo sudah memahaminya. Terlebih lokasi mereka yang juga merupakan salah satu obyek wisata di Malang Selatan ini sudah dilengkapi dengan rambu-rambu bahaya bencana tsunami dan jalur evakuasi. Hanya saja dalam hal TSB, mereka baru tahu dari penyuluhan relawan Destana Tsunami 2019 BNPB.

“Mereka rata-rata sudah tahu apa itu gempa dan tsunami. Sudah tahu kemana harus lari menyelamatkan diri kalau tanda-tanda tsunami terjadi. Di sini sudah ada rambu-rambunya. Yang baru mereka tahu ya tas siaga bencana. Tadi sudah disampaikan,” ujar Amirul Yasin, pemateri dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat.

Dwi, warga Dusun Sendang Biru mengaku baru kali ini mendapat pelajaran mengenai TSB dari relawan Destana Tsunami 2019 BNPB. Wanita yang kesehariannya membantu sang suami berjualan ikan di TPI Tambakrejo itu segera mempersiapkan TSB usai mengikuti edukasi mitigasi bencana tersebut.”Iya saya baru tahu itu (TSB). Ini mau pulang menyiapkannya,” ujar Dwi singkat.

Tas Siaga Bencana (TSB) adalah tas yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lainnya.

Tas ini dipersiapkan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang. Selain itu, tujuan dari Tas Siaga Bencana juga untuk memudahkan masyarakat saat proses evakuasi dilakukan.

Adapun sejumlah barang yang harus dipersiapkan dan dimasukkan ke dalam TSB seperti DisasterChannel.co dari laman BNPB antara lain:

1.Surat-surat penting (surat tanah, surat kendaraann, ijazah, akta kelahiran dan lain lain);

2.Sandang untuk tiga hari, meliputi pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas

hujan dan lain lain;

3.Makanan ringan tahan lama (mi instan, biskuit, abon, cokelat dan lain lain);

4.Air minum (setidaknya cukup untuk kebutuhan selama kurang lebih tiga hari);

5. Kotak P3K, berisi obat-obatan pribadi dan obat-obatan umum lainnya;

6. Radio/ ponsel (radio/ ponsel beserta baterai/ charer/ powerbangk, tujuannya untuk memantau

informasi seputar bencana);

7. Perlengkapan mandi (sabun mandi, sikat gigi, odol, sisir, cotton bud dan lain lain);

8. Masker (alat bantu pernafasan untuk menyaring udara kotor/ tercemar);

9. Peluit (alat bantu untuk meminta pertolongan saat darurat);

10. Uang (siapkan uang tunai secukupnya untuk perbekalan selama kurang lebih tiga hari), dan

yang terakhir adalah;

11. Alat bantu penerangan, seperti senter, lampu kepala (headlamp), korek api, lilin dan lain sebagainya. (BNPB/DC)***