Tsunami, Gelombang Maha Dahsyat, Apa Mesti Dilakukan?

“anga linon ne mali 
(jika gempanya kuat)
uwek suruik sahuli 
(disusul air yang surut)
maheya mihawali fano me singa tenggi 
(segeralah cari tempat yang lebih tinggi)
ede smong kahanne”
(itulah tsunami namanya)

Syair masyarakat daerah Simelue, Aceh yang turun temurun diajarkan sebagai warisan kearifan lokal bagi generasi muda tentang mitigasi bencana tsunami.

Pada tahun 2018, Indonesia dihantam 2 kali tsunami secara berturut-turut. Di Sulawesi Tengah dan Selat Sunda. Penyebab tsunami menurut peneliti adalah longsor bawah laut yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah dan Letusan gunung berapi di Selat Sunda. Fenomena yang cukup membuat peneliti harus cekk dan ricek sebelum membuat spekulasi yang salah.

Sebenarnya, Tsunami itu apa sih? Apakah tsunami harus melulu soal gelombang seperti yang menerjang Aceh di tahun 2004?

Pengertian tsunami sendiri adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal yang berlangsung dengan tiba- tiba. Gelombang lautan ini besar dan menerjang daratan. Tsunami bersal dari Bahasa Jepang, tsu berarti pelabuhan dan nami berarti gelombang. Secara harfiah berarti ombak besar di pelabuhan. Di Indonesia sendiri, gelombang tsunami dikenal sebagai Smong di Aceh atau Bombatalu di Sulawesi Tengah.

Tsunami bisa disebabkan oleh gempabumi di bawah laut, letusan gunung api, longsor bawah laut dan hantaman meteor.

Bila melihat sejarah tsunami di Indonesia, cukup banyak bukti yang saat ini peneliti masih dalami akan terjangan gelombang yang ada. Berikut ada 9 tsunami terakhir yang pernah menerjang Indonesia

  1. Tsunami Donggala, 10 Agustus 1968
  2. Tsunami Sumba, 19 Agustus 1977
  3. Tsunami Flores, 12 Desember 1992
  4. Tsunami Banyuwangi, 3 Juni 1994
  5. Tsunami Kepulauan Banggai, 4 Mei 200
  6. Tsunami Aceh, 26 Desember 2004
  7. Tsunami Pangandaran, 17 Juli 2006
  8. Tsunami Palu, 28 September 2018
  9. Tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018

Melihat bencana yang memakan banyak korban, tsunami menjadi tantangan bagi para peneliti dan pemerintah bagaimana agar siap menghadapi kemungkinan yang mungkin terjadi. Sebagai langkah, yang perlu kita siapkan adalah pengetahuan tentang mitigasi tsunami yang bisa kita pelajari.

Sebelum bencana Tsunami

  1. Membangun sistem peringatan dini
  2. Membangun tembok penahan tsunami pada garis pantai yang berisiko
  3. Menanam mangrove dan tanaman yang mampu meredam tsunami di sepanjang garis pantai
  4. Membangun shelter di sekitar pemukiman
  5. Meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi tsunami masyarakat di sekitar pantai
  6. Siapkan tas bencana

Saat Bencana Tsunami

  1. Jangan panic
  2. Segera jauhi pantai dan sungai dan lari ke tempat tinggi
  3. Apabila terjadi air surut, jangan dihampiri tapi segera ke tempat tinggi
  4. Jika terjadi gempa, namun terdengar seperti gemuruh yang keras seperti kereta api attau pesawat jet, segera pergi ke tempat yang tinggi
  5. Pergi ke tempat evakuasi, ikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan menuju tempat aman terdekat
  6. Mulai dengan menyelamatkan diri sendiri sesuai petunjuk evakuasi yang ada, tahan untuk tidak gegabah mencari keluarga yang hilang
  7. Jika berada dalam perahu/kapal di tengah laut dan mendengar kabar tsunami, jangan mendekat ke pantai tetapi arahkan perahu ke laut
  8. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, janga segera turun ke daerah rendah. Biasanya, gelombang beringkutnya akan menerjang.
  9. Dalam kondisi ramai, hati-hati dalam bergerak sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang mengakibatkan korban
  10. Lakukan evakuasi dengan berjalan kaki ke tempat tinggi, atau temppat kumpul terdekat. Jangan gunakan kendaraan roda dua maupun roda empat
  11. Tetaplah bertahan sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak berwajib tentang keadaan aman
  12. Jika memungkinkan, bantulah orang disabilitas, wanita hamil, anak-anak, atau mereka yang membutuhkan bantuan
  13. Kesalahan informasi bisa membahayakan, jadi manfaatkan media informasi yang tersedia.

Sesudah terjadi bencana

  1. Hindari instalasi listrik bertegangan tinggi dan laporkan jika menemukan kerusakan pada PLN
  2. Hindari memasuki wilayah kerusakan kecuali setelah dinyatakan aman
  3. Jauhi reruntuhan bangunan
  4. Laporkan diri ke lembaga pemerintah, lembaga adat atau lembaga keagamaan
  5. Lakukan kegiatan positif dan ajak warga yang lain
  6. Cari bantuan
  7. Dengarkan radio dan televisi lokal yang memberikan informasi dan instruksi
  8. Melihat kemungkinan kerusakan di rumah
  9. Gunakan lampu senter atau lentera yang menggunakan baterai, hindari penggunaan lilin atau api yang menyebabkan kebakaran
  10. Memeriksa saluran listrik dan gas
  11. Memeriksa bagian bangunan yang dianggap rawan untuk segera dirobohkan
  12. Hubungi anggota keluarga lain untuk pemberitahuan

Siap Siaga Tsunami adalah langkah mudah kita belajar mengenai mitigasi bencana tsunami. Kenali risikonya dan kita dapat meminimalisir akibat yang akan ditimbulkan. Perlu kerjasama antar masyarakat, pemerintah dan lembaga usaha dalam mempelajari mitigasi bencana tsunami.

Sumber:

  • Buku Pedoman Latihan Kesiapsiagaan Bencana Nasional Membangun Kesadaran, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana BNPB
  • com
  • com
  • ruangguru.com

(Ono, Juni 2019)