Detik-detik Evakuasi Ibu Hamil dari Banjir di Samarinda

Disasterchannel.co,- Seorang ibu yang sedang hamil dievakuasi oleh pihak kepolisian bersama Tim Ambulans PMI menerjang luapan banjir saat terjebak banjir di Jalan Gunung Lingai ke klinik Merdeka, Samarinda.

Peristiwa dramatis ini terjadi bersamaan dengan bencana Banjir yang terjadi sejak 6 Juni yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kota Samarinda sepanjang hari. Akibatnya beberapa ruas jalan tergenang dan permukiman kebanjiran.

“Kami melakukan respons tanggap darurat dengan mengerahkan sumber daya, baik relawan dan peralatan pendukung lainnya untuk membantu proses evakuasi.Salahsatunya menyelamatkan seorang ibu yang terjebak dalam luapan banjir,” kata Kepala Markas PMI Provinsi Kaltim Mesdiono Matali,

Menurut mesdiono, Pengerahan personel ini setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan status tanggap darurat bencana banjir pada saat ini.

Hingga saat ini, sambung mesdiono, personel relawan PMI masih bersiaga di lokasi sebagai langkah antisipasi kondisi di lokasi banjir yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, untuk membantu penanganan bencana khususnya korban yang hingga kini rumahnya masih digenangi air.

Selain itu PMI Provinsi Kalimantan Timur beserta PMI Kota Samarinda menurunkan tiga unit ambulans untuk membantu warga membutuhkan pertolongan dan armada rujukan dalam situasi kedaruratan.

“Saat ini Relawan PMI sedang melakukan assesment terkait dampak yang diakibatkan dari bencana tersebut, serta tetap melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir,” kata mesdiono.

Relawan yang diterjunkan tersebut memberikan pelayanan kepada korban 24 jam, sehingga jika ada korban yang membutuhkan bantuan, dengan cepat personel menuju ke lokasi.

Informasi yang dihimpun, hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak Sabtu, (8/6) malam hingga Minggu (9/6/2019) pagi ini, membuat sebagian besar wilayah tergenang banjir. Banjir ini juga terjadi pada 6 Juni yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kota Samarinda sepanjang hari. Akibatnya beberapa ruas jalan tergenang dan permukiman kebanjiran

Hingga saat ini hujan masih turun dan banjir pun belum surut dengan rata-rata ketinggian 20 cm sampai 100 cm. Dari pantauan relawan PMI yang bertugas di lapangan pada pukul 12.00 WITA tinggi air di Sungai Karang Mumus sempat mencapai 80 cm namun perlahan surut dan terakhir ketinggiannya di angka 65 cm.

Kontributor: Atep Maulana