Gempa Bumi Swarm

Oleh : Reza Permadi*

Hari-hari belakangan ini Poso diguncang gempa, walau sterus menurun intensitasnya, tetapi guncangan yang diikuti dengan dentuman suara, sempat membuat panik masyarakat (DC-26 Maret 2019). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam satu hari kemarin Poso mengalami 15 kali guncangan akibat gempa. Mengapa demikian ? apakah Poso sedang mengalami gempabumi swarm ?

Saat ini di Poso kemungkinan sedang terjadi gempabumi swarm. Gempabumi yang frekuensinya sering, tetapi kekuatannya kecil.  Faktor yang menyebabkan meningkatnya aktivitas gempa di Poso adalah aktifnya struktur Sesar Poso bagian Barat, Sesar Poso Barat memang dikenal sebagai sesar aktif tetapi sudah lama tidak memicu aktivitas gempa yang signifikan. Sehingga wajar jika saat ini gempabumi banyak terjadi di wilayah Poso karena Sesar Poso Barat dalam fase akumulasi stres maksimum dan saatnya melepaskan energi yang dimanifestasikan sebagai aktivitas gempa yang beruntun kejadiannya. 

Apa itu Gempabumi Swarm?

Swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal. Fenomena swarm di Indonesia sudah terjadi beberapa kali, seperti aktivitas swarm di Klangon Madiun (Juni 2015), Jailolo Halmahera barat (Desember 2015), dan Mamasa Sulawesi Barat (November 2018).

Sejauh kapan gempa bumi ini akan terjadi, belum dapat dipastikan. Namun, jika berkaca pada daerah lain yang pernah dilanda gempa bumi swarm, durasinya memang lama. Berdasarkan laporan, terjadi sampai dua bulan, tetapi tentu kondisi setiap daerah berbeda-beda.

Mengapa Sering Terjadi Dentuman?

Dentuman yang banyak di dengar oleh Masyarakat ini memang sering berasosiasi dengan Gempabumi Swarm. Dentuman ini tidak mengakibatkan getaran hanya suara saja, hal ini diakibatkan oleh pelepasan tegangan pada batuan yang berlangsung terus karena karakteristik batuan di sekitar Poso yang heterogen/ bermacam-macam serta rapuh. Jika tegangan yang tersimpan dalam batuan sudah habis, aktivitas gempa bumi tipe swarm dan dentuman berakhir.

Fenomena Gempa Swarm ini setidaknya menjadikan pembelajaran tersendiri untuk masyarakat untuk memahami Gempa Swarm ini, dampak dari Gempa Swarm, diakui ataupun tidak memang meresahkan masyarakat, jika kita belajar dari berbagai khasus gempa swarm diwilayah sebenarnya tidak membahayakan jika bangunan memiliki struktus yang kuat. Sangat diharapkan masyarakat tetap tenang, waspada dan tidak terprovokasi oleh sumber atau berita hoax yang rawan beredar ditengah masyarakat.

Kepada masyarakat Poso dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan waspada, tidak mudah terpengaruh oleh isu dan berita hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

*Penulis adalah Ketua Forum Geologi Muda Indonesia dan anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia.