Penyaluran Bantuan Pemulihan Lombok Perlu Melibatkan Partisipasi Masyarakat

MATARAM, TERKINI.COM– Keluhan masyarakat korban gempa Lombok terhadap berbelit-belitnya penyaluran dana bantuan untuk pembangunan perumahan hunian tetap mendapat respon dari perkumpulan Skala, NGO yang selama ini banyak bekerja di ranah pengurangan resiko bencana.

Direktur Perkumpulan Skala Indonesia Trinirmalaningrum mengatakan, Pemerintah perlu mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan pemulihan.

Pemerintah Pusat tak bisa hanya mengandalkan penyelenggara negara, seperti pemerintah daerah, dalam mendesain mekanisme bantuan.

Menurut Trinimalaningrum, Pemerintah perlu menghidupkan partisipasi masyarakat, sehingga penyaluran bantuan tak dimonopoli mesin birokrasi.

Mantan aktivis WALHI ini  mencontohkan, bagaimana bantuan hunian sementara dari Pemerintah di Petobo, Sulawesi Tengah, malah tenggelam akibat banjir. Padahal, masyarakat sudah mengingatkan bahwa wilayah itu rawan banjir.

“Dari laporan yang saya dengar, peristiwa serupa juga terjadi di sebuah desa di Lombok Utara,” kata mantan Koordinator Platform Nasional yang biasa disapa Rini ini.

Dengan memanfaatkan potensi pengetahuan masyarakat lanjut Rini, Pemerintah sebenarnya cukup menjadi katalisator dalam penanggulangan hingga pemulihan setelah bencana.

“Artinya, masyarakat tidak boleh dididik bergantung kepada Pemerintah,”ujar mantan jurnalis Radio Nederland ini.

“Pemerintah memang harus siaga, tapi jauh lebih baik jika masyarakat juga membangun kesiapsiagaannya sendiri.”tuturnya.

Salah satu pelajaran yang didapat Rini selama mendampingi masyarakat di Desa Obel-Obel, Lombok Utara, misalnya, ialah cara mereka menghilangkan trauma setelah bencana. Kesedihan mereka berangsur-angsur hilang ketika mereka sibuk membuat kain batik shibori secara bersama-sama.

Selama membatik, mereka biasanya saling berbagi kisah dan pengalaman. Dengan cara itulah, proses pemulihan trauma di antara mereka terjadi dan kebangkitan ekonomi masyarakat pun dimulai. “Prinsip partisipatif sangat penting.”

Program pemulihan Lombok dilaksanakan Perkumpulan Skala bekerjasama Sampoerna Untuk Indonesia menekankan partisipasi masyarakat setempat.

Sementara Anton Agus Haryanta, Koordinator Lapangan program Lombok Build Back Better dari Perkumpulan Skala kepada Terkini.com di Mataram (9/1/2019) mengungkapkan, pemulihan Lombok perlu melibatkan sertakan masyarakat karena berdasarkan pengalaman model partisipasi yang dibangun Skala mendapat apresiasi baik dari warga di Lombok. “Karena baru kali ini, mereka dilibatkan pasca Lombok dilanda gempa,”ujarnya.

Dijelaskan, partipasi masyarakat dalam program Lombok Build Back Better dilakukan melalui berbagai tahap mulai dari penguatan kelembagaan, planning dan bugdeting, kemudian implementasi program. Perkumpulan Skala sifatnya mendampingi.

Dijelaskan, partipasi masyarakat dalam program Lombok Build Back Better dilakukan melalui berbagai tahap mulai dari penguatan kelembagaan, planning dan bugdeting, kemudian implementasi program. Perkumpulan Skala sifatnya mendampingi.

Selain itu, Skala juga memfasilitasi jejaring informasi keluar melalui seminar dan dialog multipihak, sehingga mereka tidak merasa sendirian dalam membangun kembali Lombok pasca gempa.(Wan)

SUMBER