Ini Rekomedasi Hasil Seminar Membangun Ketahanan Lombok dari Desa di Mataram

MATARAM, TERKINI.COM- Seminar bertajuk “Membangun Ketahanan Lombok dari Desa di Lombok Garden Hotel yang digelar Perkumpulan Skala bersama CSR Sampoerna Untuk Indonesia pada 9 Januari 2019 lalu, menghasilkan sejumlah catatan dan rekomendasi.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya BNPB, Dinas Sosial, BPBD, IAGI, Universitas Mataram dari FKIP, Universitas Indonesia, LSM Lokal, Nasional dan International serta media nasional dan lokal.

Pertemuan ini menghasilkan catatan penting dan rekomendasi, yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam pengurangan resiko bencana di Indonesia.

Berikut catatan penting dan rekomendasi dari hasil pertemuan tersebut :

  1. Hasil riset harus digunakan sebagai dasar pengembangan pasca gempa di Lombok dan di wilayah-wilayah lain terdampak bencana
  2. Pemulihan harus tepat waktu, diperkirakan akan membutuhkan waktu 2 tahun agar Lombok kembali pulih seperti sediakala, sehingga delay waktu, akan memperlamat proses pemulihan
  3. Dari berbagai pengalaman, maka dibutuhkan kepemimpinan yang mumpuni atau leadership dalam menangani bencana. Leadership ini menjadi prasyarat dalam menanangani bencana baik di daerah maupun di tingkat nasional
  4. Informasi tentang potensi bencana di suatu wilayah agar mudah diakses oleh masyarakat, demikian juga dengan peta potensi serta peta tata ruang pun harus mudah di akses oleh masyarakat, agar masyarakat memahami potensi serta wilayahnya berada di wilayah yang memiliki potensi bencana
  5. Sinergi berbagai pihak menjadi sangat penting, karena bagaimanapun bencana bukan lagi menjadi urusan negara, tetapi menjadi kepedulian dan kepentingan semua pihak. Mengingat kerugian yang dialami oleh semua pihak
  6. Koordinasi antar berbagai pihak, baik di tingkat nasional, tingkat propinsi, dan tingkat lokal, dalam menanggani pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Hal ini menjadi penting agar tidak terjadi tumpang tindih
  7. Regulasi harus dibenahi, agar ego sectoral tidak lagi menjadi masalah
  8. Penting membuat kurikulum untuk pendidikan bencana, dan tidak hanya sekedar ada di dalam diskusi-diskusi, harus segera di eksekusi soal kurikulum kebencanaan dalam dunia pendidikan
  9. Bangunan-bangunan ramah lingkungan, menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang hidup di desa, bagaiman prinsip-prinsip kearifan lokal ini bisa diadopsi dalam proses pembangunan kembali wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana
  10. Soal pendanaan untuk tanggap darurat atau dana on call harusnya bisa dimaksimalkan agar kita memiliki modal social untuk menanggani bencana, tetapi dibutuhkan sinkronisasi sinergi antar berbagai lembaga, termasuk Lembaga usaha agar dampaknya lebih maksimal

“Seluruh hasil seminar baik berupa catatan dan rekomendasi ini, akan diserahkan kepada pihak terkait, terutama kepada BNPB. Semoga bermanfaat dalam pengurangan resiko bencana,” kata Direktur Perkumpulan Skala, Trinimalaningrum. (Wan)

SUMBER