Gempa -tsunami Donggala, PMI Kirimkan Bantuan Logistik

Disasterchannel.co,- Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pukul 17.02 WIB atau 18.02 Wita yang kemudian memicu terjadinya gelombang tsunami di perairan palu.

Palang Merah Indonesia (PMI) segera mengirimkan sejumlah bantuan logistik sebagai bantuan tahap awal ke lokasi bencana. selain itu, armada ambulans, dan mobil truk tangki air bersih serta sejumlah personil relawan diberangkatkan hari ini untuk membantu para korban.

“Hari ini PMI akan mengirimkan bantuan logistik kedaruratan sebagai bantuan tahap awal dan menjadi salah satu langkah prioritas penanganan PMI untuk membantu warga disana,” ucap Kepala Biro Sarana dan Prasarana Markas Pusat PMI, Tia Kurniawan, Sabtu (29/9)

Menurutnya, untuk bantuan tahap awal ini PMI telah menyiapkan barang-barang bantuan untuk dikirimkan kelokasi melalui gudang PMI regional Makasar.

Barang bantuan tersebut berupa 200 Selimut, 200 tikar, 500 jerican, dan 200 sarung. Selain itu juga terdapat bantuan lain untuk mendukung kapasitas lokal dengan mengirimkan 100 rompi PMI dan uang oprasional tanggap darurat 100 juta.

“Ini bantuan tahap awal, karena instruksi selanjutnya semua bantuan barang logistik akan terus bertambah dari gudang regional di Makassar dan Banjarmasin yang akan akan dikirim ke Donggala SulawesiTenggah, termasuk 15 armada truk tangki air bersih,” ungkap Tia.

Sementara itu menurut Kepala Sub Tanggap Darurat PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman menambahkan, sejauh ini yang dilakukan oleh PMI sejak malam tadi sudah memobilisasi relawannya dan ambulans untuk melakukan upaya evakuasi hingga melakukan upaya pertolongan pertama (PP) medis bagi korban luka.

“Saat ini kita akan prioritaskan untuk mobilisasi personil PMI terdekat untuk melakukan tindakan awal darurat berupa membantu proses evakuasi dan upaya penyelamatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Ridwan.

Selain itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dalam upaya-upaya mendukung wilayah terdampak dengan berkoordinasi pemerintah setempat melalui PMI Provinsi Sulawesi Tengah.

Kontributor: Atep Maulana