Cerita Seorang Dokter Diantara Kepanikan Warga Saat Gempa SusulanTerjadi

Disasterchannel.co,- Paska Guncangan Gempa bumi yang sebelumnya diinformasikan berkekuatan
bermagnitudo 6,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitude 5,9 ini. Dengan Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,49 LS dan 116,19 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 13 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 16 km. Membawa cerita tersendiri bagi seorang dokter Arina dari PMI Solo yang tergabung dalam Tim pelayanan Bantuan Medis PMI.

“Kami sempat terkejut sejenak, karena saat itu sedang ada pemeriksaan kesehatan. Semua warga histeris dan berkumpul didepan tenda pengungsian sembari berdoa,” ungkap dokter Arina dari PMI Solo yang sedang bertugas dilokasi Desa Gumantar, Kayangan, Lombok Utara.

Meski sempat berhamburan, tim PMI memberikan informasi bila gempa tidak berpotensi tsunami.

“Sesaat setelah gempa, Posko utama PMI yang berada di Kota Mataram menginformasikan bila gempa tidak berpotensi tsunami,” terang Arina.

Kemudian informasi tersebut kami teruskan kepada masyarakat yang pada waktu itu panik dan berlarian histeris sambil melantunkan untain doa keselamatan.

Sementara itu, sesaat setelah gempa pelayanan kesehatan tetap terus dilakukan kepada para pengungsi yang terdampak dengan mengerahkan 9 dokter, 14 perawat, 2 apoteker, dan 6 ambulans, dengan menyambangi beberapa desa di Kabupaten Lombok Utara, Timur dan Barat. “Pelayanan kami telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada 1.434 warga, baik lansia, ibu hamil, dan anak-anak,” ujar Arina

Saat ini, PMI telah mengerahkan 420 relawan yang memiliki spesialisasi medis, logistik, pendataan, PSP (psikososial supporting program / program dukungan sosial) dan distribusi air bersih.

“Kami tetap melakukan pelayanan kepada warga, dan juga selalu melakukan kontak dengan personil yang dilapangan,” ujar Ridwan Sobri, Kasubdiv. Kesiapsiagaan Bencana PMI Pusat di Posko PMI NTB.
Untuk kebutuhan warga lainnya, PMI telah distribusikan 1.100 terpal, 1.000 matras, dan 1.000 tikar.

“Kami masih terus upayakan bantuan logistik lainnya untuk warga, seperti paket family, paket bayi dan lainnya,” pungkasnya

Kontributor: Atep Maulana