Jelang HKBN 2018, Pelajar di Sukabumi Rutinkan Latihan Simulasi Bencana

Disasterchannel.co-, Sebanyak 70 pelajar di Sekolah Menengah Atas Pesantren Unggulan Albayan Putri mengikuti simulasi penanggulangan bencana gempa bumi yang diselenggarakan bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sukabumi dan BPBD
yang bertempat di komplek yayasan Bina Ummat Sejahtera Jln.
salabintana Desa Karawang sukabumi jawa barat.Sabtu (17/2).

Pembantu Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Pesantren Unggul Al Bayan Putri, Khusnul Khotimah,mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan kegiatan simulasi ini seiring intensitas bencana gempa yang sering terjadi di sukabumi sekarang ini.

“harapanya dengan diberikan pendidikan tentang kesiapsiagaan bencana sejak dini, diharapkan pelajar tidak panik saat terjadi bencana, bisa membuat jalur evakuasi di sekolah, serta menyelamatkan diri dan juga mampu meminimalisir dampak dari bencana tersebut,” Ungkapnya.

Salahsatu siswi kls X MIPA 6, Siti Aulia Arinindita (Arin) mengungkapkan kesenangannya bisa belajar tentang simulasi bencana gempa di sekolahnya, karna menurutnya, terkadang kalo ada gempa suka panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya, melalui simulasi bencana gempa ini jadi tahu langkah langkah yang harus dilakukan.

“Misalnya, Kalo terjadi gempa di kelas kita jangan panik,tenang,lindungi kepala,berlindung di bawah meja belajar dan mengikuti arahan guru lari ke tempat terbuka,” ungkap siswi asal bandung ini.

Ditempat yang sama, Fasilitator PMI Kabupaten Sukabumi, Aris Munandar menuturkan, pendidikan kebencanaan berbasis di sekolah melalui kegiatan Simulasi ini sangat penting dilakukan di setiap sekolah khususnya semua warga belajar, terlebih kita akan menjelang Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2018 yang akan digelar pada tanggal 26 April mendatang.

Lebih dari itu,Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan bencana alam terutama dengan banyaknya rentetan Gempa bumi akhir ini, maka sangatlah penting kegiatan ini terlebih dalam menjelang Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2018 yang akan digelar pada tanggal 26 April mendatang.

sehingga anak diharapkan bisa mengetahui kesiapsiagaan bencana di sekolah dan bisa melakukan evakuasi mandiri jika terjadi bencana,

Selama ini anak yang berada di sekolah kerap menjadi korban atau belum bisa menyelamatkan diri sendiri jika terjadi bencana.seperti kejadian di kecamatan Kabandungan saat terjadi gempa lebak bulan kemarin.

“Maka dari itu, simulasi dinilai merupakan salah satu cara yang tepat untuk memberikan pendidikan tentang kesiapsiagaan bencana di sekolah,” pungkas Aris.

 

Kontributor: Atep Maulana