Sekolah Siaga Bencana KMPLHK RANITA

Dilatarbelakangi oleh longsor yang terjadi pada tanggal 10 Juni 2017 pukul 05 di kampung Muara RT 03 RW 02 Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor yang merusah sebelas rumah dan seluruh korbannya mengungsi di SD Muara 3 yang lokasinya dekat dengan sumber longsor. Terbentuklah gagasan program kerja KMPLHK RANITA untuk melaksanakan Sekolah Siaga Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Sekolah Siaga Bencana (SSB) dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu, 22-23 September 2017 di SD Muara 3. Acara ini dibagi menjadi dua macam kegiatan yakni, Focus group Discussion yang dilaksanakan pada jumat 22 september. Sebelum melakukan FGD seluruh peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar longsor, guru- guru dan kepala sekolah SDN Muara 3 diberikan materi konsep dasar bencana, kesiapsiagaan bencana dan materi sekolah siaga bencana yang disampaikan oleh IYDRR (Indonesia Youth on Disaster Risk Reduction). Dilanjutkan dengan FGD mengenai bencana yang ada di daerah ini dan penentuan jalur evakuasi untuk latihan evakuasi keesokan harinya.

Peta daerah kampung Muara yang dibuat oleh panitia ditampilkan untuk memudahkan menentukan letak titik kumpul dan jalur evakuasi melalui metode FGD.  Warga sangat interaktif dalam menyampaikan keadaan daerahnya dalam FGD, seperti mengenai kampung Muara yang dinamakan seperti itu dikarenakan terletak diantara dua sungai yang aliranya menyatu. Kemudian perwakilan BPBD Kab. Bogor bapak Hendar yang merupakan ahli geologi menyebutkan bahwa daerah seperti ini rawan terjadinya bencana seperti gempa dan longsor. Pencarian titik kumpul dalam evakuasi harus dilakukan dengan kajian mendalam mengenai seluruh ancaman yang ada di daerah ini. Sejalan dengan pernyataan BNPB bahwa daerah ini memiliki multi ancaman maka diputuskan bahwa hasil FGD berupa titik kumpul evakuasi hanya berlaku untuk latihan simulasi evakuasi SDN Muara 3 yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Dari diskusi tersebut dapat menjadi media untuk warga menyampaikan pengalamannya pada bencana yang mereka alami kepada BPBD Kab. Bogor

Simulasi siaga bencana dilaksankan pada tanggal 23 September 2017, seluruh murid di SDN Muara 3 menjadi pesertanya. Sebelum melaksanakan simulasi, seluruh peserta diberikan pengetahuan mengenai kebencanaan dengan menggunakan media modul pembelajaran. Modul tersebut dibedakan menjadi dua bagian, yang pertama modul kelas rendah (1,2 dan 3) dengan bahasan yang lebih ringan dan modul kelas tinggi (4,5 dan 6) yang berisi penjelasan mengenai kebencanaan yang lebih detail.

Pemberian materi kebencanaan dilakukan dalam durasi 1,5 jam untuk seluruh kelas. Pada kelas 4,5 dan 6 dilakukan pretest sebelum materi dimulai dan postest setelah penyampaian materi berakhir untuk mengukur sejauh mana peningkatan kapasitas pengetahuan mereka setelah diadakan pemberian materi kebencanaan. Hasil dari            pelaksanaan pretest dan postest dapat dilihat dalam grafik berikut.

Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pengertian bencana yang sebelumnya mengetahui apa itu bencana hanya dapat menyebutkan macam-macam bencana sebesar 49,11%, mengalami peningkatan sebesar 59,76% mengetahui pengertian bencana. Pengetahuan mengenai macam-macam bencana meningkat 18,7%. Peningkatan pengetahuan mengenai bencana yang terjadi di daerah tempat tinggal mereka naik sebesar 3%. Peningkatan pengetahuan mengenai kronologi kejadian longsor di daerah tersebut sebesar 15%. Persentase keberhasilan penyampaian materi tanda tanda longsor, akibat longsor, hal yang dilakukan saat longsor terjadi dan pengurangan risiko bencana longsor berturut-turut sebesar 81,3%, 39,7%, 80% dan 78,67%.

Rangkaian terakhir pelaksanaan SSB adalah melakukan simulasi evakuasi bencana. Dimulai dari pembunyian sirine oleh bapak Jajat selaku komandan evakuasi. Dan dilanjutkan mempraktekkan tatacara simulasi evakuasi longsor berdasarkan buku kesiapsiagaan BNPB. Simulasi evakuasi berakhir di titik kumpul bertempat di sanggar budaya yang ada di Kp Muara. Selain peningkatan kapasitas di aspek pengetahuan bencana dan simulasi evakuasi, kami pun memberikan kolak p3k untuk ditelakkan dikelas sebagai salah satu tindakan pengurangan risiko bencana sesuai dengan pubu petunjuk penyelenggaraan sekolah madrasah aman bencana yang dibuat oleh BNPB. Acara dilanjutkan dengan pemberian bingkisan kepada murid murid SDN Muara 3 dan penyerahan plakat dari KMPLHK RANITA ke SDN Muara 3. Semoga dengan berlangsungnnya acara SSB KMPLHK RANITA dapat meningkatkan kapasitas SDN Muara 3 dalam menghadapi bencanadan sebagai tindakan inisiasi untuk menciptakan generasi tangguh bencana.(lien)