Seperti Inilah Cara Yang Dilakukan Dalam Evakuasi Korban Dalam Medan Ketinggian

Disasterchannel.co,- Buat anda yang mempunyai hobby berkegiatan ektrim di medan tebing curam pasti sudah tidak aneh lagi dengan istilah nama lokasi tebing 125 Citatah.

Dilokasi ini anda akan disuguhkan sebuah tempat yang bisa memacu adrenalin dan sekaligus medan kawahcandra dimukanya para pemanjat panjat tebing dan dijadikan media pembelajaran untuk para atlit berlatih, selain itu juga lokasi ini juga medan pendidikannya para Rescuer dan relawan untuk belajar dan melakukan simulasi medan dalam operasi penyelamatan korban dalam kondisi vertikal di medan terjal dan sulit.

“Kemampuan memanjat tebing tidak hanya untuk berolahraga melainkan tekniknya juga berguna untuk berbagai operasi kemanusiaan seperti evakuasi korban di medan gunung, gedung bertingkat hingga sumur ,Ungkap Kepala Sekolah Vertical Rescue Indonedia, Tedi Ixdiana.

Ditemui saat mendampingi simulasi pelatihan dasar vertical rescue relawan PMI di tebing citatah, Tedi menjelaskan, Seiring kerapnya peristiwa kasus-kasus musibah kecelakaan transportasi pesawat jatuh, bencana alam, hingga kecelakaan kerja dari ketinggian, antisipasi penyelamatan korban medan vertikal kian diperlukan terlebih dalam peningkatan kapasitas para relawan PMI dalam mendukung menjalankan tugas operasi kemanusiaan di daerah masing masing.

Tedi Ixdiana mengatakan, penyelamatan korban tidak hanya berlaku di urusan tebing atau gunung, juga meluas ke masalah seperti korban yang tercebur sumur.

Kasus lain baru-baru ini, tim lokal yang merupakan alumni sekolah vertical rescue bekerjasama dengan basarnas dan potensi SAR lainnya membantu penyelamatan pekerja yang terjebak di dalam cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap di ketinggian 210 meter di daerah Sukabumi gara-gara alat pengangkutnya rusak. Menurutnya, dengan banyak bermunculan relawan dan potensi para alumni VRI dibeberapa daerah akan mempercepat proses evakuasi, tidak harus menunggu regu penolong dari markas Vertical rescue indonesia dari bandung.

Dalam prosesnya setiap peserta wajib mempunyai kualifikasi dasar dasar materi diantaranya Rock Climbing Introduction (pengenalan panjat tebing), Belay System (teknik pengamanan pemanjat), Free Climbing (memanjat bebas), Top Rope Climbing (pemanjatan tali terpasang), Leading Climbing (pemanjatan perintisan), Ascending (memanjat menggunakan alat mekanik), Descending (turun menggunakan tali), Knot and Hitch (teknik simpul dan jerat), Anchoring (pemasangan pengaman), Topping Aut at The Anchor (lepas libat), Belay Escape (lepas beban), Hauling and Lowering (menaikan dan menurunkan beban), Aid Climbing (pemanjatan dengan bantuan).

Sementara itu, kepala Pusdiklat PMI Pusat, Dwi Hariyadi yang turut menyaksikan praktek simulasi peserta PMI di citatah mengatakan, pelatihan ini pertama kali yang digelar oleh PMI Pusat, dengan menggandeng Vertical Rescue Indonesia (VRI) sebagai mitra organisasi yang dinilai mempunyai kompetensi dan kualifikasi dalam evakuasi korban di area bersiko tinggi.

Kontributor: Atep Maulana