Sutopo Purwo Nugroho: Masyarakat Bali Sudah Tangguh Bencana, Jangan Dilemahkan

DisasterChannel.co – 24/09/2017 – Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyampaikan kepada berbagai awak media pagi ini 24/09/2017 apa yang dirasakannya luar biasa dari masyarakat pulau Bali. “Saya jarang sekali menemukan hal ini di tempat lain. Tapi di Bali langsung banyak sekali. Bahkan dimana-mana menawarkan bantuan, baik tempat tinggal untuk pengungsian, ternak, sembako, dll. Pengungsi banyak yang menempati titik-titik yang tidak disiapkan di tenda. Tapi justru yang disiapkan oleh masyarakat”. Demikian disampaikan oleh Sutopo.

Lebih lanjut Sutopo mendorong agar media perlu mengangkat hal ini. Jangan hanya masalah jumlah pengungsi, bantuan terlambat, dll. Media perlu menggali modal sosial yang luar biasa dari masyarakat Bali yang ternyata memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana.

Di Jepang hampir 80% masyarakat menangani dirinya sendiri dan keluarganya saat terjadi bencana sampai 3 hari. Setelah itu bantuan baru berdatangan.

Sutopo berharap media tidak membuat masyarakat merubah mindset mereka yang sudah mandiri atau tangguh menjadi menggantungkan diri pada bantuan pemerintah atau pihak lainnya pada situasi bencana sekarang ini. Saat melakukan liputan bencana jangan terlalu sering bertanya ke pengungsi, “Apakah sudah menerima bantuan dari pemerintah? Tambah Sutopo.

Banyak hasil penelitian menunjukkan pertanyaan media seperti itu justru melemahkan kapasitas masyarakat. Sebagian besar pasti mengatakan belum. Apalagi pengungsi baru sehari berada di sana.  Ingat, media penting dalam penanganan bencana. Sebab media mampu mempengaruhi keputusan politik, mampu menyelamatkan manusia, mampu mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Sering apa yang ada di benak masyarakat adalah apa yang media sampaikan ke publik saat bencana. Ini kata buku cetakan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tambah Sutopo lagi.

Konsep sister village sudah diterapkan masyarakat Bali. Di Klungkung,  masyarakat yang menyediakan lahan untuk penampungan dengan gratis bahkan menyampaikan informasinya ke medsos disertai no HP. Ini luar biasa. Spontanitas dan gotong royong yang muncul karena solidaritas masyarakat. Demikian tutup Sutopo.