SEKOLAH AMAN BENCANA

Disasterchannel.co -, Jakarta, September 2017. Sampai saat ini kebijakan tentang Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB), belum terakomodir dengan baik. Hal ini tentu berdampak pada kinerja aparat di daerah dalam penanganan bencana terkait SMAB.  Karena peraturan menjadi payung hukum untuk aparat dalam bekerja. Demikian Sri Renani Pantjastuti,  Direktur PKLK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  menyampaikan dalam workshop evaluasi penerapan kebijakan sekolah madrasah aman bencana.

Evaluasi ini dilakukan karena lebih dari 10 tahun sejak dicanangkannya kampanye 1 juta sekolah dan rumah sakit aman, yang dikampanyekan  oleh UNISDR, dimana Indonesia adalah salah satu negara yang ikut dalan kampanye tersebut, tidak kunjung bergerak maju.

Kampanye ini yang diikuti oleh penandatanganan SKB antar 4 kementerian, Kemendiknas, Kemenkes, BNPB dan Kemenkokesra, pada tahun 2011. Setelah itu Kemendiknas menindaklanjuti dengan menelurkan surat edaran agar sekolah-sekolah mulai menerapkan sekolah aman bencana, baik secara fisik maupun materi ajarnya.

Workshop yang diselenggarakan di Jakarta, diikuti oleh Kementerian terkait, LSM dan lembaga2 pendidikan, merupakan awal untuk menyusun kebijakan sekolah madrasah aman bencana. (RN)\

 


Baca juga: HFI Menyelenggarakan Diskusi Sekolah Madrasah Aman Bencana