Upaya Pengurangan Resiko Bencana, PMI Tanam Satu juta lebih Pohon Mangrove

Disasterchannel.co – Lembaga Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Palang Merah Amerika (American Red Cross), USAID dan IPB sepanjang akhir tahun lalu hingga awal tahun 2017 ini melakukan penanaman mangrove dan pembuatan rumah-rumah pembibitan mangrove dalam rangka mengatasi Abrasi pantai.

Kegiatan ini sebagai upaya bagian dari pengurangan risiko di daerah rawan bencana yang telah dilakukan dalam serangkaian program di tiga provinsi yang meliputi Provinsi Jawa tengah, Provinsi Aceh, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sampai saat ini setidaknya PMI sudah menanam sekitar  Satu Juta Delapan Puluh Ribu Manggrove yang tersebar di tiga Provinsi tersebut. PMI juga membentuk dan membina para relawan desa yang tergabung dalam Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) untuk Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat.

Pengurus PMI Pusat Letjen TNI (Purn) H. Sumarsono. SH mengatakan, dalam upaya pengurangan risiko bencana salahsatunya dengan penanaman Mangrove, saat ini merupakan tanaman yang cukup hebat dalam menanggulangi abrasi. Selain akarnya yang kuat mencengkeram tanah juga bisa memulihkan ekosisten pesisir. Tanaman mangrove itu bisa menjadi tempat hidupnya ikan , udang dan kepiting yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Lebih dari itu sumarsono menambahkan, dalam upaya program pengurangan resiko dan ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana konsepnya harus berbasis masyarakat dan partisipasi aktif seluruh elemen lembaga, Seperti contoh di Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah yang terkena abrasi . Ratusan hektar tambak telah hilang mulai dari Pantai Moro Sari Sayung sampai dengan Pantai desa Babalan kecamatan Wedung.disana peran masyarakat yang tergabung dalam sukarelawan SiBAT Salah satu kegiatannya adalah dengan membuat rumah-rumah pembibitan mangrove . Mangrove yang siap tanam selanjutnya di tanam di area pantai yang terdampak abrasi.

“Kita mendapat tanggapan yang sangat positif dan mereka warga masyarakat senang. Mereka merasa bahwa turut untuk menyelamatkan bumi,” tuturnya.

Lebih dari, ungkap Sumarsono mengatakan, Selain sebagai penahan abrasi tanaman mangrove ini jika dikembangkan bisa menambah penghasilan ekonomi produktip warga pesisir diantara diolah menjadi sirup , cemilan bahkan madu, hal ini selain bernilai ekowisata juga meningkatkan perekonomian warga masyarkat sekitar.

Sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama atas kesuksesan dan keberhasilan dalam program ini,  para SIBAT ini rencananya akan mengikuti kegiatan Temu Sukarelawan SIBAT Nasional II Tahun 2017 yang akan digelar di gunung pancar sentul bogor yang pelaksanaanya pada tanggal 16-20 September mendatang.

Kontributor: Atep Maulana