Bencana Kekeringan di Sukabumi Meluas, 20 Kecamatan Terancam Krisis Air Bersih

Disasterchannel.co – 29/08/2017 – Kekeringan di wilayah Kabupaten Sukabumi semakin meluas. Dampak kekeringan tidak hanya menganggu aktivitas pertanian, tapi kini telah mengancam warga untuk memperoleh air bersih. Sepekan lalu, kekeringan hanya menyergap delapan belas kecamatan. Hujan masih belum mengguyur Sukabumi.

“Dari 47 kecamatan di Sukabumi, sebanyak 20 kecamatan di antaranya terkena dampak bencana kekeringan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo. Data BPBD Sukabumi menyebutkan, puluhan kecamatan ini berada di selatan maupun utara Sukabumi. Rinciannya yakni Kecamatan Cikembar, Cibadak, Sagaranten, Cikidang, Cikakak, Bantargadung, Tegalbuleud, Gegerbitung, Ciemas, dan Ciracap.

Sepuluh kecamatan lainnya adalah Palabuhanratu, Simpenan, Surade, Cimanggu, Waluran, Jampang Kulon, Purabaya, Cidadap, dan Lengkong. Luasan yang terkena dampak kekeringan ini kata Usman merupakan data sementara karena kemungkinan akan berubah lagi. Upaya penanganan bencana kekeringan sudah dilakukan, di antaranya dengan menyalurkan bantuan air bersih, pemasangan pipanisasi, dan toren.

“Data di atas berdasarkan data resmi dari yang sudah melaporkan dan mengirimkan proposal permohonan bantuan tanggap darurat kekeringan ke BPBD di antaranya permohonan pemasangan pipanisasi, suplay air bersih dan toren air,’’ kata Usman.

Sementara itu Kepala markas PMI kabupaten Sukabumi, Budiharto mengatakan, pihaknya sudah menyiagakan satu unit armada tangki air dengan kapasitas 4000 liter dan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan operasi lapangan kebeberapa titik yang sangat betul betul sangat membutuhkan suplay air bersih.

“Kondisi masalah darurat bencana kekeringan ini juga sudah menjadi bahasan di tingkat pusat yang akan dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor ) di tingkat PMI Pusat yang rencananya akan digelar besok hari di markas PMI Pusat di Gatot subroto,” tutup Budi.

Atep Maulana