Sesar Matano di Sulawesi Tengah Bergerak, Morowali Berguncang

Gempa dengan kekuatan M 5.1, dan kedalaman 10 km mengguncang 25 Km Barat Laut Morowali, Sulawesi Tengah Sabtu, 17 Juni 2017.  Gempabumi ini termasuk gempa dangkal, namun tidak menimbulkan tsunami karena berpusat di darat. Dari hasil monitoring BMKG hingga pukul 23:59 WIB, ada empat gempabumi susulan yang tercatat. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

Melihat lokasi epicenternya, gempa ini nampaknya terkait dengan Sesar Matano yang merupakan ekstensi bagian tenggara dari Sesar Palu Koro. Dua sesar ini dikenal sangat aktif, sehingga perlu terus diwaspadai untuk upaya PRB (Pengurangan Risiko Bencana).

Gempa pada dasarnya adalah release dari akumulasi gaya tekan yang ada di pada sesar tersebut. Saat gaya tekan tidak bisa ditahan lagi, batuan di sepanjang retakan akan bergerak dan gerakan ini disertai getaran yg disebut dg gempa bumi. Ini seperti jika kita punya penggaris mika tipis lalu kita tahan satu sisi dan kita dorong sisi kedua ke arah sisi pertama. Saat penggaris mika tadi tidak kuat lagi utk menahan gaya tekan akibat dorongan ygbterjadi terus menerus, pada akhirnya penggaris akan patah dan bergetar seperti halnya gempa bumi. Mungkin itu ilustrasi yg mudah soal bgmn gempa terjadi.

Sesar (patahan) Matano merupakan salah satu sesar yang aktif di daratan Sulawesi yang memanjang dengan arah barat laut – tenggara. Di daratan Sulawesi, sesar ini terukur sepanjang 170 km mulai dari daerah pantai Bahodopi di Teluk Tolo, ke arah barat laut melewati sepanjang lembah Sungai Larongsangi ke area di sebelah utara Desa Lampesue, Petea, sepanjang pantai Danau Matano, Desa Matano dan menyambung di barat laut dengan lembah Sungai Kalaena (https://www.iagi.or.id/gempa-terkait-sesar-aktif-palu-koro-matano.html).

Sumber: BMKG dan IAGI
Gambar: IAGI

 


Tulisan lain yang terkait gempa dan sesar di Sulawesi Tengah:

Wawancara dengan Danny Hilman, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI mengenai gempa yang mengguncang Poso akhir Mei 2017 lalu.