Longsoran Susulan di Ponorogo dari Sektor A ke Sektor D

Hari minggu 09 April 2017 pukul 12.30 WIB terjadi longsor susulan dari sektor A menuju sektor D di wilayah bencana longsor Ponorogo yang terjadi beberapa hari lalu.

Dampak:
– Seluruh kegiatan pemcarian dan penyelatan evakuasi dihentikan sementara pada hari ini
– korban jiwa: nihil
– 1 ekskavator tertimbun di sektor D
– 2 rumah yg difungsikan sbg DU tertimbun
– 1 mobil relawan tertimbun
– 1 mobil K-9 terbawa longsoran ke jurang.
– 1 excavator tertimbun di sektor D
– 3 excavator terseret arus lumpur
– air sungai meluap ke balai desa
– semua penduduk disekitar lokasi diungsikan ke tempat yang lebih aman
– jaringan seluler kembali terputus

 

Retakan Baru Muncul, 269 Jiwa Mengungsi

Tanah retak berpotensi longsor kembali terjadi di Ponorogo. Di saat proses evakuasi 25 korban longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung masih dilakukan, tanah retak terjadi di wilayah lain di Ponorogo.

Tanah retak disertai bunyi gemuruh menyebabkan warga panik di Dusun Watu Agung Desa Dayakan, Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo pada Rabu (5/4/2017) pukul 16.00 Wib. Sebanyak 78 KK yang terdiri dari 269 jiwa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Pengungsi menempati 4 lokasi. Warga  masih belum berani kembali kerumahnya. Warga takut akan terjadi longsor seperti yang terjadi di Desa Banaran pada 1/4/2017 lalu.

Tanah retak di Dusun Watu Agung,  Desa Dayakan semula lebar 30 cm, tepatnya di lingkungan Salam. Tanah retak terus melebar. Hingga saat ini keretakan tanah ada yang mencapai lebar 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 3 meter, posisi ketinggian 300 meter. Makin melebarnya retakan tanah menyebabkan masyarakat takut akan adanya longsor sehingga masyarakat masih mengungsi. Beberapa dinding rumah dilaporkan telah terjadi keretakan akibat tanah yang bergerak.

BPBD Kabupaten Ponorogo telah menghimbau secara resmi melalui Camat Badegan yang ditandatangi Kalaksa BPBD agar warga tetap waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan Koordinator Kepala Desa Dayakan. BPBD telah menyiapkan tenda pengungsi dan kebutuhan logistik yang diperlukan. Saat ini masyarakat patuh dengan himbauan tersebut. 269 jiwa mengungsi.

Sementara itu, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan lagi korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. 25 korban masih hilang. Operasi SAR pada hari Jumat (7/4/2017) dimulai pada pukul 07.00 wib yang dengan briefing dan pembagian tugas. Tim SAR gabungan sebanyak 686 orang terbagi menjadi 4 sektor yaitu A, B, C, dan D. Penambahan sektor D bertugas mengurai material longsoran yang menutup aliran sungai dan mencari korban.

Pencarian korban longsor akan terus dilakukan hingga 15/4/2017. Memang tidak mudah mencari korban karena tebalnya material longsoran yang mencapai 30 meter di lereng bawah makota longsor. Volume material longsoran diperkiran mencapai 2-3 juta meter kubik dengan panjang dari bukit asal longsor hingga titik terakhir longsor mencapai 1,22 kilometer. Kendala lain adalah cuaca yang sering hujan pada siang hari. Hampir setiap hari hujan sehingga operasi SAR dihentikan pada pukul 14.30 Wib. Sebanyak 10 alat berat masih dikerahkan mencari korban. Aksesibilitas lokasi longsor yang cukup sulit dijangkau. Selain itu juga petugas SAR sudah mengalami kelelahan setelah bekerja selama 6 hari sehingga perlu diganti dengan petugas yang baru.

Sumber: Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB