SIAP UNTUK SELAMAT Menjadi Tagline Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 26 April

Indonesia adalah negeri yang banyak memiliki sumber daya alam, bahkan juga keindahan alam. Meski demikian Indonesia juga memiliki potensi bencana alam yang besar, karena Indonesia termasuk wilayah ring of fire (gunung api) dan ada 80 sesar aktif di berbagai wilayah. Namun bencana hidrometeorologi (banjir, longsor dan kebakaran hutan) mendomnasi bencana di Indonesia setiap tahun. Untuk menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja ini diperlukan kesiapsiagaan. Menurut riset ada 3 faktor utama yang dapat menyelamatkan orang dari bencana, yaitu: 1. Kesiapsiagaan diri, 2. Bantuan dari keluarga, 3. Bantuan dari lingkungan (kampung, desa atau wilayah tempat terjadi bencana). Faktor lain, misalnya tim SAR hanya berperan sebesar kurang dari 10% saja. Sementara orang-orang yang selamat dari bencana adalah sebesar 90% lebih karena 3 faktor utama tersebut di atas. Menurut BNBP setiap tahun Indonesia merugi sebesar 30 triliun rupiah karena bencana. Salah satu riset UNDP dan UNOCHA menemukan setiap 1 dollar yang diinvestasikan pada program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat mengurangi kerugian hingga 7 dollar saat terjadi bencana. Gerakan PRB baru bergerak sekitar 10 tahun terakhir ini. Belum banyak yang memahami dan ikut terlibat dalam gerakan ini, termasuk juga institusi pemerintah. Tahun ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mulai lebih aktif mengkampanyekan gerakan PRB ini. Sementara itu Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan merupakan acara tahunan yang sudah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir ini. PIT bertujuan untuk menggali peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanggulangan bencana di Indonesia. PIT 2017 akan segera dilaksanakan 8-10 Mei 2017. Mohon agar ikut menyebarluaskan gerakan PRB ini agar risiko bencana dapat kita kurangi dan kita dapat hidup berdampingan di negeri bencana alam ini. #SiapUntukSelamat