Menurut BNPB, Penggunaan Lahan Tinggi dan Curah Hujan Lebih Tinggi dari Biasanya

Jakarta – Curah hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan beberapa kawasan di sekitar Ibu Kota terendam banjir. Namun menurut Kepala BNPB Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei, ada faktor lain yang juga ikut menyebabkan banjir, yakni pesatnya perubahan penggunaan lahan di Jakarta.

“Jika dilihat, perubahan penggunaan lahan di Jabodetabek dari 1972 hingga 2014 menunjukan peningkatan pemukiman sangat cepat. Sedangkan lahan hijau bervegetasi semakin berkurang,” kata Willem di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (22/2/2017).

“Laju upaya migitasi banjir kalah cepat dengan laju penyebab banjir,” sambungnya. Selain faktor tersebut, adanya perubahan siklus cuaca secara drastis juga mengakibatkan beberapa titik di Jakarta terendam banjir.

“Pola curah hujan sebelum terkena pengaruh iklim itu 6 bulan hujan dan 6 bulan kemarau. Sekarang jadi 4 bulan hujan dan 8 bulan kemarau. Nah walaupun 4 bulan hujan tapi volume hujannya sama dengan 6 bulan. Makanya jadi hujan yang ekstrem dan banjir di mana-mana,” jelas Willem saat konferensi pers berlangsung.

Untuk menghadapi bencana banjir dibeberapa kawasan, Willem mengatakan pemerintah pusat dan daerah telah mempersiapkan langkah antisipasi bencana sejak jauh hari, termasuk bencana banjir di Ibu Kota. Karena itu menurutnya, respon pemerintah sangat cepat untuk menangani bencana. Di sisi lain, Willem juga menilai kesadaran masyarakat yang cukup baik, mereka sigap dan waspada menghadapi bencana ini. “Partisipasi masyarakat sangat tinggi untuk bahu-membahu saling membantu korban bencana,” ujarnya.

Meski begitu, Willem juga tetap menghimbau masyarakat agar terus waspada, karena intensitas hujan akan terus meningkat hingga akhir maret nanti. Sedangkan pada bulan April akan terjadi transisi cuaca dari musim hujan ke musim kemarau.

Dengan demikian, refleksi mendasar yang perlu diperhatikan adalah bahwa validitas data dan kemampuan memprediksi dalam penanggulangan bencana, diharapkan dapat menjadi instrumen pencegahan dan upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB).

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz