Catatan Kebakaran DKI Jakarta 2016

Jakarta – Padatnya permukiman di Jakarta menjadi momok tersendiri, khususnya terhadap terjadinya kebakaran. Kebakaran yang dipicu oleh hubungan arus pendek listrik, amat sering terjadi di Jakarta. Menurut Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, sampai tanggal 17 Oktober 2016 sudah terjadi 949 kejadian kebakaran. Kerugian ditaksi mencapai lebih dari Rp 191,621 miliar. Sementara itu, korban meninggal sebanyak 19 orang dan luka-luka sebanyak 91 orang.

Statistik menunjukan bahwa setiap tahun kebakaran banyak dipicu oleh masalah pada listrik, menyusul rokok, kompor, dan lain-lain – tentu masih ada penyebab lain yang mungkin belum diketahui. Padatnya kawasan permukiman dengan sistem penataan kabel yang kurang baik menjadi alasan utama mengapa hubungan arus pendek sering terjadi dan menjadi penyebab utama kejadian kebakaran di Jakarta.

“Kalau daerah kumuh, pasti marak kebakaran. Karena mereka terdapat kabel-kabel listrik yang tidak sesuai, sehingga jalan masuk pemadam tidak bisa,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada CNN Indonesia di Jakarta. Maka, perihal hubungan arus pendek listrik di kawasan padat penduduk juga memicu pada kerugian yang relatif jauh lebih besar karena pemadaman menjadi sulit dilakukan dengan cepat dan sigap untuk menghindari dampak dan kerugian lanjutan ketika kebakaran muncul.

Sulitnya akses yang harus dilalui oleh tim penjinak Si Jago Merah menyebabkan kebakaran menjadi kian membesar dan semakin sulit diatasi. Terlebih lagi, seringkali di kawasan padat penduduk, bahan bangunan terbuat dari material yang mudah terbakar, seperti kayu. Selain itu, kondisi cuaca bisa menjadi salah satu faktor kebakaran besar di DKI Jakarta, misalnya saat musim panas atau kemarau yang membuat kabel listrik menjadi mudah panas dan terbakar.

Ono

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz