Toni Ruttiman Membangun Jembatan Yang Seharusnya Menjadi Tugas Pemerintah

Akhir Cerita Toni Ruttimann dan Masalahnya

Kini, Imam Prasodjo, saat itu juga mendampingi Toni, lega karena permasalahan yang membelit pria pembangun 730 jembatan gantung di 12 negara itu menemui jalan keluar. Berikut petikan kisah Imam sebagaimana ditulis di laman Facebooknya:

***

Saya tak menyangka tulisan saya di FB ini terkait dengan Toni Ruttimann, relawan Swiss yang membantu kita membangunkan jembatan gantung, mendapat tanggapan sangat baik dari berbagai pihak. Saya berterimakasih pada Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan juga segenap Dirjen, khususnya Dirjen Beacukai dan Dirjen Binamarga yang telah secara khusus membantu mempercepat proses ini. Saya juga berterimakasih atas dukungan semua sahabat yang peduli terhadap masalah ini sehingga kasus ini menjadi perhatian bersama guna dijadikan sebagai pelajaran bersama.

Seperti saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya, saya memang prihatin terhadap nasib Toni Ruttimann, yang sejak tiga tahun lalu keluar masuk wilayah terpencil terpencil di Indonesia untuk mendorong warga desa bergotong-royong membangun jembatan gantung secara swadaya, namun kerjanya terhambat karena importasi wirerope dari Swiss (yang digunakan sebagai bagian bahan jembatan gantung) terkendala pembebasannya dari pelabuhan Tanjung Priok. Ini sama sekali bukan kesalahan Beacukai. Justru Beacukai yang proaktif membantu namun mengalami kesulitan karena lambatnya pengurusan dari instansi terkait. Akibat kelambanan ini, biaya pemakaian peti kemas atau demurrage jadi membengkak biaya.

Saya prihatin saat itu karena saya tidak ingin Toni Ruttimann yang sudah membantu kita harus membayar biaya demurrage padahal kelambatan pengurusan proses perizinan, menurut saya, adalah tanggung-jawab pemerintah Indonesia sebagai penerima hibah.

Perlu diketahui, sejak pertama kali Toni Ruttimann datang ke Indonesia dan dilakukannya kerjasama penyaluran bantuan melalui Dirjen Binamarga sebagai penerima hibah, beberapa kali importasi wirerope sebenarnya telah dilakukan dan relatif berjalan lancar (kecuali pengiriman pertama). Namun proses importasi terakhir yang datang pada tanggal 15 Juli 2016 memang terhambat. Sebab keterlambatan ini karena adanya pergantian pejabat dan staf dari instansi terkait yang biasanya mengurus perijinan ini.

Alhamdulillah, saat ini masalah telah dapat diselesaikan. Semua prosedur memang harus dilalui dan tak bisa dilakukan dalam waktu cepat karena ada aturan yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan masyarakat karena ada sebagian komponen barang, walau pun memiliki kualitas sangat baik, tetapi bukan barang baru. Selain itu, proses kehati-hatian juga dilakukan agar ijin impor yang dimaksud tidak disalah-gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab. Toni dan asisten yang membantunya memahami hal ini. Karena itu pengurusan importasi sudah jauh jauh hari. Sayang petugas dari instansi terkait yang biasanya membantu mengurus proses rumit ini mengalami rotasi (ditempatkan di tempat lain). Masalah menjadi lebih sulit diatasi karena (terus terang) ada pejabat baru dari instansi terkait mempersulit proses ini dengan menolak menandatangani dokumen yang dibutuhkan (tidak seperti sebelumnya yang berjalan lancar). Untunglah masalah ini segera dapat diatasi dengan turun tangannya para Dirjen lembaga lembaga terkait dan mengambil alih proses yang terjadi di bawah sehingga lancar.

Karena dalam kasus ini Bea Cukai cenderung jadi sasaran kritik, perlu saya jelaskan bahwa para petugas dan pejabat Bea Cukai justru sangat proaktif ikut memperlancar proses ini. Hanya saja, Bea Cukai tak mungkin melakukan langkah-langkah di luar prosedur untuk mengeluarkan barang tanpa adanya kelengkapan surat surat perijinan yang diperlukan, yang harusnya diterbitkan oleh kementerian teknis terkait.

Kini, Alhamdulillah, wirerope telah dapat dikeluarkan. Saya pribadi sangat berterima kasih kepada Bea Cukai karena sudah banyak membantu dalam melancarkan pengurusan dokumen impor, proses pembebasan bea masuk dan pajak impor, bahkan berkat bantuan Bea Cukai biaya storage tiga kontainer donasi wirerope untuk program bantuan jembatan gantung Toni Ruttimann di Indonesia juga dibebaskan.

Kementrian PUPR juga telah menyatakan akan mengganti biaya demurrage dan biaya lain yang harus dibayar akibat keterlambatan ini. Kini saya tengah menunggu invoice (tagihan) yang akan segera dibayar (reimburse) oleh pihak Bina Marga untuk mengganti uang Toni Ruttimann yang digunakan untuk menalangi membayar biaya demurrage dan lain lain ke perusahaan pelajaran. Tanpa uang tombokan dari Toni Ruttiman, sumbangan wirerope tak dapat dikeluarkan. Bila peti kemas berlama-lama numpuk di Tanjung Priok, biaya akan terus membubung dan akan semakin memberatkan.

Nampaknya kemelut ini akan berakhir dengan “happy ending.” Semua pihak berharap kerjasama yang telah berlangsung 3 tahun ini dapat kembali dilanjutkan tanpa perlu ada kendala di masa depan. Bila saat ini Toni Ruttimann telah membantu membangun 61 jembatan gantung, dengan bahan wirerope yang telah berhasil dikeluarkan, jembatan akan dapat terbangun hingga 100 buah. Lumayan untuk meringankan beban warga desa.

Saya ikut bergembira dengan selesainya masalah ini. Toni pasti tersenyum bila sempat membaca tulisan ini. Apalagi bila melihat foto foto kenangan berikut yang menjadi bagian perjalanan panjang selama Toni hadir di Indonesia. Foto berikut ada yang memperlihatkan peristiwa saat Toni Ruttimann bertemu Pak Joko Kirmanto, Menteri PU sebelumnya. Juga foto saat Toni berbagi ceritera dengan mahasiswa UI tentang perjuangannya membantu rakyat di berbagai negara mendirikan jembatan gantung. Saya yakin, orang seperti Toni pasti tak terfikir sedikitpun untuk ingin berteman dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi guna menggandakan uang memperkaya diri..hehe. Ia terlalu sibuk memikirkan mereka yang menderita.

Tulisan di atas dibuat pada 06/10/2016 di http://ksp.go.id/akhir-cerita-toni-ruttimann-dan-masalahnya/

Gambar terkait yang diambil dari situs di atas:

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz