Catatan Akhir Tahun 2016; Bencana Meningkat dari Tahun Sebelumnya

Disasterchannel.co – Tahun 2016 berbagai bencana banjir dan longsor, di beberapa wilayah. Awal 2016, tepatnya Februari, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangsa Blitung mengalami banjir terparah selama 30 tahun terkahir. Diikuti di kawasan Pasteur dan jalan Pagarsih, Bandung, Jawa Barat Oktober lalu. Dua wilayah yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, kemarin banjir bandang menghadang wilayah tersebut. Hasil riset BMKG menyebutkan bahwa dari tahun 1866-2010, jumlah hari hujan berkurang sangat signifikan, tetapi curah hujan yang terjadi sangat ekstrem melebihi 50 milimeter (mm) per hari terhadap total hujan yang terjadi. BNPB menyebutkan longsor adalah bencana pemicu jatuhnya korban jiwa, selama bagian hulu tidak dikendalikan, akan sulit membenahinya. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat ada 17.000 daerah aliran sungai (DAS) pada DAS tersebut ada lebih dari 24 juta hektar yang kritis, sementara laju deforestasi 727.981 pada tahun 2013.

“Longsor adalah bencana pemicu jatuhnya korban jiwa, selama bagian hulu tidak dikendalikan, akan sulit membenahinya”

Hulu sungai Cimanuk, di Garut, Jawa Barat – yang kemarin meluap – sekitar 363 ribu hektar rusak akibat perubahan tata guna lahan, dari hutan lindung menjadi kebun sayur mayur. Mengutip data BNPB, jumlah bencana tahun 2016, tercatat 2.151 kejadian, jumlah tersebut tertinggi selama 10 tahun terakhir. Tahun 2007 hanya ada 816 kejadian, 1.073 kejadian di tahun 2008, selanjutnya terus mengalami peningkatan kejadian di tahun 2015 tercatat 1.677 bencana di Indonesia. Dari jumlah tersebut, bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana. Sementara anggaran penangulangan bencana tahun 2014 dari, 2.18 trilyun rupiah yang disediakan hanya terealisasi 1.3 trilyun, kemudian di tahun 2015, yang dialokasikan sebesar 4 trilyun rupiah yang terealisasi hanya 700 milyar.

Gempa Aceh berkekuatan 6.4 skala richter menelan korban jiwa 102 orang, lebih dari 2.000 bangunan runtuh. BNPB mencatat kerugian akibat bencana per tahun 30 trilyun rupiah. Untuk menanggulangi bencana di daerah, tentu BPBD yang harus siap siaga. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebar di 499 kabupaten dan Kota, masih ada 43 wilayah yang belum memiliki BPBD. Inisiatif­inisiatif baru dengan memanfaatkan teknologi informasi muncul. Siaga Banjir Sejak Di Hulu, disebut SIMBAT, hasil rancangan mahasiswa Unikom, Bandung ini melengkapi berbagai hasil rancangan peringatan dini banjir yang sudah lebih dulu ada. SIMBAT di perkenalkan pada pertengahan bulan November 2016.

Berbagai inisiatif gerakan­gerakan penyadaran, Open Lab Data, Skala, menginisiasi gerakan Jakarta Safe City. Memberikan berbagai informasi terkait bencana banjir, kebakaran dan gempa bumi.

Bencana terjadi, selalu diikuti dengan pengumpulan dana, dan media-media ambil bagian untuk kegiatan tersebut. Untuk gempa di Aceh, sampai tanggal 20 Desember 2016, Metro TV berhasil mengumpulkan dana sebesar 10, 222 milyar rupiah, sementara TV One mengumpulkan 4,3 milyar ruiah sampai tanggal 21 Desember 2016. Ini baru dua media yang terlacak dan menginformasikannya secara berkala melalui medianya. Bantuan tersebut untuk apa saja, masih belum terkonfirmasi. Walau sudah banyak kritik atas kegiatan pengumpulan dana ini, nyatanya masih terus dilakukan oleh media-media. Bagaimana dengan lembaga-lembaga nir laba yang juga mengambil peran merespon gempa di Aceh ?

Di sisi lain, beberapa kelompok masyarakat yang tergabung dalam AMPU melihat bahwa penanganan bencana yang masih terkesan sporadis, terkait dengan UU Nomor 24 tahun 2007 yang masih belum sempurna. Melaluikelompok AMPU (Aliansi Masyarakat Untuk Perubahan UU Nomor 24 tahun 2007) inisiasi perbaikan UU PB dilakukan, sampai saat ini naskah akademik serta berbagai catatan kritis terkait perubahan UU tersebut  sudah selesai. Walaudi dalam list prolegnas masih belum tercantum, tetapi melihat eskalasi bencana yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, upaya untuk merubah UU ini menjadi hal yang sangat krusial, kalau boleh disebut darurat perubahan UU Nomor 24 tahun 2007.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz