Gempa Bumi Berdasarkan Kedalaman Episenternya

Jenis-jenis gempa dibedakan berdasarkan kedalaman episenternya. Bukan berdasarkan letak gempanya, seperti di darat atau di laut. 

1. Gempa dangkal (kedalaman 0-35-70 Km)

Di daratan gempa-gempa dangkal ini biasanya berasosiasi dengan patahan patahan major yang bergeser atu bergerak akibat gerakan plate tektonik. Dapat juga gempa-gempa dangkal ini akibat gerakan-gerakan magma, sering disebut gempa volkanik.

gempa-jogja

Gempa dangkal yang terjadi di darat ini memiliki daya rusak kontsruksi yang sangat kuat karena amplitudo goyangan ini sangat “terasa” dipermukaan. Walaupun gempanya hanya memiliki 4-5 Skala Richter walaupun skala gempanya kecil namun gempa ini mampu merusakkan bangunan di permukaan. Selain goyangan tentu saja akan ada efek ilusi juga menyebabkan orientasi mata dan otak tidak sinkron. Banyak yang melihat seolah ada gerakan gelombang tiga meter padahal itu mungkin hanyalah ilusi akibat disorientasi saja, persis orang mabuk. 

Contoh gempa dangkal yang episenternya di darat yang sangat merusak ini adalah gempa Jogja. Gempa di Jogja kemarin disebabkan oleh pergerakan sesar atau Patahan Opak. Ada banyak patahan-patahan aktif di darat ini yang sering menyebabkan gempa antara lain Patahan Sumatra (Semangko Fault), Patahan Palu-Koro di Sulawesi dan lain-lain.

Gempa di darat akibat gerakan sesar aktif ini tidak menyebabkan tsunami. Potensi-potensi patahan lain yang dikhawatirkan masih aktifdan mungkin menyebabkan kerusakan karena getarannya antara lain Sesar Cimandiri, Sesar Lembang (di jawa Barat) dan Sesar Opak (tahun 2006 aktif) Sesar Grindulu di Jawa Timur.

Gempa dangkal yang terjadi di laut disebabkan oleh pergerakan kerak yang menyebabkan terjadinya dislokasi yang mampu menimbulkan tsunami. Gempa dangkal di laut yg menimbulkan tsunami ini akibat adanya dislokasi atau perubahan elevasi dasar laut yang menggerakkan massa air diatasnya.

Dislokasi ini ini disebabkan terangkatnya kerak benua (merah) karena disundul oleh kerak samodra (biru). Nah kalau melihat gambar diatas tentunya kita tahu bahwa tsunami sangat mungkin terjadi dan menerpa pantai selatan Jawa dan Sumatra. Getaran ini juga sangat mungkin menyebabkan timbulnya longsoran bawah laut. Longsoran ini terjadi karena pada daerah tubrukan lempeng ini memiliki lereng yang sangat curam yang rawan longsor karena goyangan gempa.

gempa-aceh

Tsunami-tsunami yang disebabkan oleh gempa dangkal di laut antara lain terjadi di Aceh, Nias dan Pangandaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, jika sedang di pantai dan terasa ada gempa kemudian diikuti dengan surutnya muka air laut, maka sebaiknya menghindar ke dataran yang lebih tinggi.

2. Gempa dalam (kedalaman 70-150-300 Km) – Secara baku sering disebut Gempa menengah

Gempa ini memiliki kedalaman hiposenter antara 70-150 Km dan 150-300 Km. Mengapa disebut gempa dalam (menengah)? Kerak bumi ini sebenarnya sangat tipis. Rata-rata hanya sekitar 30-40 Km. Kerak samodra lebih tipis hanya sekitar 10 Km saja.

gempa-indramayu

Gempa-gempa dalam terletak pada kedalaman di bawah kerak bumi. Sehingga digolongkan sebagai gempa-gempa yang mungkin tidak berasosiasi dengan penampakan retakan atau patahan di permukaan. Namun gempa-gempa ini masih dapat di perkirakan genesa atau mekanisme terjadinya.

Berdasarkan gambar di atas, tsunami Aceh disebabkan oleh gempa dangkal, maka bisa kita lihat adanya jalur atau zona gempa yang berupa titik2. Titik-titikmerah ini merupakan tempat bergesernya kerak samodra yang menghunjam kebawah. Di Jawa dan Sumatra lokasi gempa dalam semakin ke utara semakin dalam. Sehingga diperkirakan gempa-gempa dalam ini diperkirakan terjadi dengan mekanisme yang sama dengan yang berada di sebelah kirinya.

Hanya saja kebetulan yang terjadi di sebelah utara Indramayu beberapa waktu lalu itu berada di Laut Jawa.

Apakah gempa seperti di lepas pantai Indramayu ini dapat menyebabkan tsunami ?

Gempa dalam di Laut Jawa tidak menyebabkan tsunami. Sebab gempa dalam yang terjadi di Laut Jawa ini tidak menyebabkan dislokasi yang berarti di permukaan. Bahkan bisa dikatakan tidak ada pergeseran batuan yang berada diatas. Kalau kita lihat gambar diatas jelas memperlihatkan lokasi kedalaman yang sangat jauuh dari kerak bumi.

3. Gempa sangat dalam (kedalaman 300-500-800 Km) Secara baku sering disebut Gempa Dalam

Gempa sangat dalam ini sebenarnya relatif sering terjadi juga. Namun karena berada pada kedalaman dibawah 300 Km maka manusia tidak akan merasakan getarannya. Gempa yang terjadi di Yogya hampir tidak terasa di daerah Kebumen, Banyumas dan Jawa barat pada umumnya. Gempa dalam ini tentu saja akan terasa di permukaan dan juga akan memiliki daya rusak apabila energi gelombangnya masih kuat.

(Sumber: Dongeng Geologi)

Leave a Reply

3 Comments on "Gempa Bumi Berdasarkan Kedalaman Episenternya"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
trackback

[…] Rawan Gempa Besar di Sulawesi Ekspedisi Palu-Koro Mengungkap Kerawanan Bencana Gempa dan Tsunami Gempa Bumi Berdasarkan Kedalaman Episenternya Dirgahayu Republik […]

trackback

[…] Rawan Gempa Besar di Sulawesi Ekspedisi Palu-Koro Mengungkap Kerawanan Bencana Gempa dan Tsunami Gempa Bumi Berdasarkan Kedalaman Episenternya Dirgahayu Republik […]

trackback

[…] Rawan Gempa Besar di Sulawesi Ekspedisi Palu-Koro Mengungkap Kerawanan Bencana Gempa dan Tsunami Gempa Bumi Berdasarkan Kedalaman Episenternya Dirgahayu Republik […]

wpDiscuz