Gempabumi Parigi Moutong Sulteng Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Hari Rabu (7/9/2016) pukul 21.32.40 WIB, wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan M=5,1. Pusat gempabumi terletak pada 0,92 LS dan 120,43 BT, tepatnya di lepas pantai pada jarak 30 km arah tenggara Kota Parigi di kedalaman 10 km.

Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan kuat dirasakan di Puntuli, Sausu, Torue, Tindaki, Ribamba, Dolago, Parigi, Pebengko, dan Membuke pada skala intensitas II SIG BMKG (IV-V MMI), sementara di Biromaru dan Palu dirasakan pada skala intensitas II SIG BMKG (III MMI).

Banyak warga di Sausu dan Puntuli dilaporkan berlari berhamburan keluar rumah akibat terkejut guncangan kuat gempabumi. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempabumi.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini sudah terjadi lebih dari 52 kali gempabumi susulan dengan kekuatan yang bervariasi, tetapi secara umum kekuatannya kurang dari M=5,0. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Gempabumi Kabupaten Parigi Moutong merupakan gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Secara tektonik, tepat di pusat gempabumi ini terdapat jalur struktur sesar. Dalam hal ini sesar yang dimaksud adalah Sesar Balantak yang berarah barat-timur. Struktur sesar ini memiliki arah pergerakan mendatar menganan sehingga sesar ini disebut sebagai Balantak Dekstral. Ini sesuai dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa mekanisme sumber gempabumi berupa penyesaran yang cenderung mendatar (strike-slip).

Catatan sejarah menunjukkan bahwa gempabumi merusak pernah terjadi di Kabupaten Parigi Moutong pada 20 Mei 1938. Gempabumi sangat dahsyat ini dirasakan hampir diseluruh Pulau Sulawesi dan bagian timur Pulau Kalimatan. Daerah yang menderita kerusakan paling parah adalah kawasan Teluk Parigi. Kerusakan yang ditimbulkan meliputi lebih dari 50 % rumah yang ada wilayah tersebut.

Beberapa saat setelah gempabumi, muncul tsunami yang menggulung pantai Parigi, merobohkan 900 lebih rumah warga dan menewaskan 16 orang di pesisir Parigi. Dermaga, Mercusuar, dan Pohon Kelapa di pesisir Parigi hancur total terhempas terjangan tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @infobmkg

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz