Aksi Cepat Tanggap dan Program WAKALA

Disasterchannel.co – Pasca tsunami Aceh 2004 silam, banyak wanita yang kehilangan suaminya. Bagi sebagian besar mereka, kehilangan suami bagaikan kehilangan pasangan hidup sekaligus sumber pendapatan ekonomi. Bencana, saat itu, memaksa mereka mengemban beban lebih berat sebagai orang tua tunggal, yang mesti menuntun anak-anaknya menyongsong masa depan. Perasaan terpuruk menjangkiti mereka, dan dampak dari hal tersebut bisa sangat panjang.  Diakui sepenuhnya atau tidak, wanita punya peran penting dalam membangun karakter generasi mendatang.

Meninjau dari persoalan tersebut, Aksi Cepat Tanggap membuat suatu program bagi para wanita korban tsunami Aceh agar dapat melanjutkan hidup, yang dinamai Wanita Kepala Keluarga (WAKALA).

Program WAKALA dibentuk berdasarkan keahlian penduduk setempat, dan dibagi di dua desa, Reudup dan Pasir Rawa, yang berada di Kabupaten Sigli. Fokus program di dua desa tersebut dibedakan. Di Reudup, program difokuskan pada pelatihan konveksi dan ternak. Sedangkan di Pasir Rawa, program difokuskan pada pelatihan pandan sikeh (pembuatan tikar pandan) dan bisnis warung. Tujuannya adalah membangkitkan para korban wanita, baik secara fisik, psikis, dan ekonomi.

Kebaikan memang selalu berbuah lebih banyak kebaikan. Di tengah berjalannya program, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendapatkan dukungan dari pelbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Islamic City asal Amerika, misalnya, membantu pemasaran pandan sikeh hingga ke negeri mereka.

Tercatat sebanyak 100 KK dari dua desa yang mengikuti program WAKALA. Pertemuan rutin dilakukan, dan di dalamnya terdapat evaluasi untuk mendekatkan program pada tujuannya. Mulanya, pertemuan intens dilakukan per satu minggu, namun ketika progres ke arah yang lebih baik didapatkan, pertemuan dilakukan per dua minggu.

Tantangan dari setiap program pendampingan, tentunya bagaimana melepaskan korban dari ketergantungan. Dan, bagi ACT, jawaban atas tantangan tersebut adalah dengan membangun semangat kemandirian serta ketangguhan korban.

Dari empat program WAKALA, saat itu yang paling menunjukkan perubahan menggembirakan adalah konveksi. Sedangkan ternak dan warung mengalami kendala. Kendala pada program ternak, disebabkan datangnya musim hujan. Meskipun kandang telah tersedia, banyak hewan ternak yang sakit-sakitan dan mati. Sedangkan pada program warung, kendala yang ada disebabkan keterbatasan tukang.

Setelah sekitar dua bulan berjalan, masing-masing program mulai menemukan titik terang. Program konveksi dan pandan sikeh sudah mulai masuk di tahap distribusi produk; program warung telah menjual BBM dan sembako; program ternak telah menghasilkan merdu kokok ayam. Dan, produk-produk dari keempat program tersebut, didistribusikan ke pasar lokal, hingga ke negeri luar.

Saat ini, program WAKALA masih berjalan di Aceh, sebab relawan pusat ACT juga melakukan pendampingan pada relawan lokal, sehingga pembinaan terhadap para wanita korban tsunami Aceh terus berlanjut. (RN)

Referensi:

Rosita, Tita. Sang Pemberi Harapan di Tanah Bencana. Jakarta. By Pass.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz