5R, Solusi atas Dampak Perubahan Iklim

Disasterchannel.co – Menurut Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC), dalam kurun waktu 100 tahun terakhir, temperatur permukaan panas bumi rata-rata meningkat dari 0,3 Celcius menjadi 0,6 Celcius. Dan, apabila emisi gas rumah kaca terus terbentuk di atmosfir, maka diperkirakan pada tahun 2030, temperatur di bumi akan meningkat hingga 1,5 Celcius – 4,5 Celcius.

Tak banyak yang menyadari, bahwa dampak dari perubahan iklim sudah terjadi. Bumi semakin panas, bencana semakin sering, dan musim menjadi tak pasti. Dan, ironisnya, dampak yang merugikan tersebut diakibatkan perilaku manusia.

Manusia menebang hutan, membuang asap kendaraan, mendirikan pemukiman di bantaran sungai, serta terus-menerus menggunakan produk tak ramah lingkungan. Perilaku tersebut menyebabkan temperatur bumi meningkat. Panas bisa mencairkan es di kutub, dan bumi akan tenggelam.

Dari catatan 10 tahun terakhir, kerusakan hutan di Indonesia mencapai 22,46 juta hektar, yang artinya, terjadi kerusakan 1,6 juta hektar per tahun. Padahal, hutan merupakan paru-paru bumi. Memangkasnya, sama dengan memangkas ‘napas’ bumi. Dan, jika bumi mati, apakah kita sanggup bertahan hidup?

Hutan, paru-paru bumi itu, berfungsi untuk menyerap asap-asap berbahaya dari mulut knalpot dan pabrik-pabrik. Ia menyaring segala yang berbahaya dari kemajuan industri dan perubahan perilaku manusia, serta menyaring terik matahari.

Asap yang dihasilkan kendaraan bermotor dan pabrik, memiliki sejumlah kandungan berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), timbal (Pb), karbondioksida (CO2), serta kabut karbon. Hasil penelitian pada 2010 menyebutkan, bahwa 57,8% penduduk Jakarta menderita sakit atau penyakit akibat pencemaran udara.

Dampak dari perubahan iklim, sekali lagi, sudah terasa dalam kehidupan manusia. Menyadari hal tersebut, para aktivis lingkungan telah mengkampanyekan serta melakukan program 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, Replace).

Rethink, yakni mengubah pola perilaku dalam konsumsi dan produksi, dengan mempertimbangkan dan menganalisis sejauh mana produk dapat didaur ulang.

Reduce, yakni meminimalisir material sampah, dengan mengurangi penggunaan produk.

Reuse, yakni memilih produk/barang yang dapat digunakan kembali, serta mengurangi penggunaan produk/barang sekali pakai.

Recycle, yakni mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang telah digunakan. Misalnya, menggunakan sampah-sampah plastik sebagai bahan kreativitas karya untuk pajangan rumah.

Recovery/Replace, meneliti barang-barang yang dipakai sehari-hari, kemudian menggantinya dengan yang lebih tahan lama.

Program 5R, mesti dimplementasikan agar dampak perubahan iklim bisa dicegah. Menjaga bumi dari kerusakan, berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang. (Disasterchannel)

Referensi:

http://kotamagetan.com/mengatasi-perubahan-iklim-dengan-go-green.html

http://www.jari.jp/Portals/0/resource/pdf/AAI%20Summit/H25/9.%20MOE.pdf

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz