Selamatkan Gudang Ilmu dari Bencana

Disasterchannel.co – Musibah bencana merupakan suatu keadaan yang tidak bisa terprediksi kapan dan di mana terjadinya. Maka, yang paling utama dalam menghadapi bencana adalah menyikapinya secara preventif, bukan responsif, sehingga dapat meminimalisir jumlah korban jiwa. Setelah jiwa dapat diselamatkan dari bencana, ada baiknya upaya penyelamatan aset penting dilakukan.

Perpustakaan merupakan salah satu aset yang sangat berharga, sebab di dalamnya terdapat pelbagai ilmu dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Perpustakaan tidak hanya menyimpan buku saja, ada aset-aset lain dalam perpustakaan, seperti mikrofil, microfiche, tape video, dan DVD. Pepatah mengatakan, buku adalah jendela dunia. Maka, menyelamatkan buku adalah menyelamatkan ‘pandangan yang lebih luas’ bagi manusia. Selain buku, aset penting lainnya di perpustakaan adalah koleksi dokumen. Berbeda dengan buku yang tiap hari berkembang, koleksi dokumen akan sangat sulit diganti.

Ada banyak sekali bencana yang bisa merusak perpustakan, di antaranya gempa bumi, hubungan arus pendek listrik, ledakan gas, sambaran petir yang bisa menyulutkan api, longsor, banjir, dan lain-lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menghadai bencana adalah dengan menyiapkan perencanaan  yang matang. Perencanaan suatu bencana memiliki tiga tahap, yaitu penanggulangan, respon, dan pemulihan.

Penanggulangan sebelum terjadinya bencana, baik kebakaran maupun banjir seperti membentuk sebuah tim khusus yang mengkoodinir segala sesuatu yang menyebabkan bencana, seperti membuat larangan merokok, serta himbauan-himbauan lainnya. Tim koordinator tersebut juga harus mempersiapkan apabila ada bencana banjir, seperti menyiapkan cadangan buku atau menduplikat buku.

Untuk melindungi sebuah arsip, pengelola harus menyiapkan peralatan khusus yang dapat melindungi koleksi dokumen penting, seperti lemari besi yang tahan api dan kedap terhadap air, atau menduplikat dan menyimpannya di tempat yang berbeda. Untuk pengunjung, pengelola juga harus menyediakan pintu atau tangga darurat agar nantinya dapat meminimalisir korban jiwa.

Respon adalah sebuah sebuah tindakan yang dilakukan bila bencana tersebut sudah terjadi. Staf perpustakaan harus bertindak cepat. Yang paling utama adalah mengevakuasi pengunjung agar tidak ada korban jiwa, dengan mengarahkan pengunjung ke tempat yang lebih aman. Setelah itu, menyelamatkan aset perpustakaan seperti buku, barang elektronik, dokumen penting, dan lain-lain. Pihak perpustakaan wajib menghubungi pihak-pihak yang dapat membantu evakuasi bencana, seperti kepolisian setempat, pemadam kebakaran, dan dinas terkait.

Pemulihan dapat dilakukan pasca bencana. Pemulihan berfungsi untuk memulihkan kembali sistem yang telah hancur akibat bencana. Bila terjadi bencana kebakaran, pengelola harus membetulkan gedung yang rusak, dan isi buku-buku yang rusak bisa dicari untuk disatukan kembali. Bila terjadi banjir, pengelola harus mengeringkan buku-buku, dokumen, dan barang elektronik lainnya dalam perpustakaan. Cari tempat yang kering dan bersih agar bisa fokus dalam memperbaiki benda-benda yang rusak.

Yang tidak kalah penting, setelah terjadinya bencana pengelola harus melakukan evaluasi agar jika nantinya terjadi bencana serupa, pengelola dapat lebih meminimalisir kerusakan-kerusakan yang terjadi pada bencana sebelumnya. (PSP)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz